BERAU TERKINI Bagi investor Reksadana, fenomena pasar uang yang fluktuatif sudah menjadi hal yang biasa. Namun yang menarik adalah periode perdagangan pasar uang pada bulan November dan bulan Desember.

Mengapa? Karena terdapat istilah di kalangan para investor, yaitu “November Rain, December Gain”, yang mana menggambarkan situasi pasar uang pada saat bulan November terasa lesu, sedangkan bulan Desember yang justru sebaliknya.

Sebenarnya, apa definisi dari fenomena tersebut? Faktor apa saja yang memengaruhi dinamikanya? Anda dapat memahami jawabannya berikut ini.

Definisi Fenomena “November Rain, December Gain”

Istilah “November Rain, December Gain” mengacu pada data statistik kinerja IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dalam sepuluh tahun terakhir. Data IHSG menunjukkan bahwa pada bulan November, probabilitas harga cenderung terkoreksi mengalami penurunan hingga 70%.

Namun, hal menariknya justru pada bulan Desember IHSG menunjukkan performa rebound dengan 8-10 kali status penutupan hijau.

Dari fenomena kinerja pasar uang ini, muncul istilah “November Rain, December Gain”. Sehingga para investor menganggap bahwa bulan November sebagai fase “pendinginan” sebelum performa reli akhir tahun terjadi di bulan Desember.

Faktor yang Berpengaruh Pada Kondisi “November Rain”

Fenomena kondisi IHSG yang cenderung “frozen” pada bulan November tentu tidak terlepas dari beberapa faktor yang memengaruhinya. Berikut penjelasannya:

  • Risk Aversion

Kondisi ini berkaitan dengan waktu liburan akhir tahun, yang mana para investor cenderung mengamankan aset dan mengurangi aset yang berisiko.

Tujuannya untuk menjaga aktivitas transaksi lebih aman dan investor dapat berlibur akhir tahun dengan nyaman.

  • Sentimen Pasar

Sentimen pasar uang yang dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi dalam dan luar negeri juga menjadi faktor penting terjadinya “November Rain”.

Contohnya adalah kondisi ekonomi global yang cenderung merosot karena inflasi di Amerika Serikat dan kebijakan The Fed.

  • Tax-Loss Harvesting

Faktor selanjutnya adalah tax-loss harvesting atau penghematan pajak. Di bulan November, para investor asing merealisasikan strategi menjual aset rugi agar dapat meminimalisir beban pajak capital gain.

Strategi satu ini sangat relevan di negara yang mengandalkan pajak capital gain, seperti Indonesia. Untuk investor, kondisi ini tidak hanya membutuhkan strategi yang tepat, tetapi juga manajemen yang baik agar tidak memengaruhi kerugian portofolio lebih banyak.

  • Kondisi Perekonomian Makro

Fenomena “November Rain” juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian makro. Kinerja IHSG merosot dikarenakan faktor internal maupun eksternal para investor.

Contohnya, biasanya akhir tahun negara bersiap-siap untuk menghadapi inflasi atau pembuatan rancangan APBN untuk tahun berikutnya.

Faktor yang Berpengaruh Pada Kondisi “December Gain”

Kondisi sebaliknya terjadi pada bulan Desember, sehingga disebut sebagai “December Gain”. Kinerja IHSG cenderung positif pada akhir tahun, yang mana tentu terdapat faktor dibaliknya. Berikut ini faktor-faktornya:

  • Window Dressing

Pada jenis investasi Reksadana, bulan Desember menjadi bulan yang tepat untuk menerapkan strategi window dressing. Manajer investasi akan mempercantik portofolio agar terlihat lebih profitable.

Tujuan utamanya tentu ingin mempertahankan investor lama dan menarik investor baru. Sehingga, faktor inilah yang membuat kinerja IHSG cenderung naik pada bulan Desember. 

  • New Year’s Optimism

Banyak orang, termasuk para investor yang menganggap bahwa akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk mewujudkan optimism baru, terutama dalam aspek finansial.

New year’s optimism sering menjadi faktor signifikan yang membuat kinerja IHSG melejit pada bulan Desember. Karena tidak sedikit orang yang ingin merealisasikan potensi optimal dari portofolio investasi dan kondisi finansialnya.

  • Permintaan & Penawaran

Saat “December Gain”, optimisme investor lama dan baru serta kondisi pasar uang secara keseluruhan sangat memengaruhi permintaan dan penawaran pasar.

Hal ini dapat Anda kaitkan dengan aspek good mood para investor. Toleransi risiko investasi menjadi naik dan diikuti dengan pada masa liburan likuiditas pasar uang menjadi lebih rendah sehingga harga permintaan dan penawaran lebih mudah terkerek.

  • Bonus Akhir Tahun

Tidak sedikit perusahaan yang memberikan bonus pada akhir tahun. Faktor ini memengaruhi kondisi “December Gain” pada pasar uang.

Para investor menggunakan uang bonusnya untuk membeli lagi instrumen investasi yang sebelumnya dijual. Untuk melihat kondisi ini, Anda dapat menyebutkan dengan istilah re-entry investor.

Hadapi Fluktuasi Pasar dengan Tingkatkan Portofolio Reksadana Bersama Perbankan Prioritas DBS Treasures

Dapat disimpulkan bahwa fenomena “November Rain, December Gain” memang secara otomatis popular. Dikenal karena data IHSG 10 tahun terakhir (2010-2020), setiap bulan November kondisi pasar menunjukkan kinerja menurun dan sebaliknya pada bulan Desember justru meroket.

Faktor-faktor yang melatarbelakanginya pun beragam. Namun, satu hal yang perlu Anda pahami adalah untuk memilih portofolio terbaik yang mampu stabil saat kondisi “November Rain” dan mampu meningkat saat “December Gain”.

Portofolio yang dapat Anda pilih salah satunya adalah perbankan prioritas DBS Treasures. Beberapa keunggulannya meliputi pengelolaan dana investasi secara optimal melalui diversifikasi oleh manajer investasi terkemuka.

Selain itu, Anda akan mendapatkan wawasan terkait analisa peluang pasar terkini dari tim ahli finansial yang andal. Adanya aplikasi DBS digibank mampu untuk membantu Anda lebih efisien jual, beli, switching, dan registrasi SID (Single Investor Identification) selama 24/7.

Kesempatan untuk didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang akan mengomunikasikannya. Dapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.

Optimalkan investasi Reksadana Anda bersama perbankan prioritas DBS Treasures. Andalkan tim finansial agar portofolio Anda tetap positif menghadapi fenomena “November Rain, December Gain”.