BERAU TERKINI — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Perumahan Berau Indah, Jalan Durian 3, mendadak ramai didatangi sejumlah petugas berpakaian dinas pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.
Kehadiran para petugas tersebut menarik perhatian warga sekitar yang tengah beraktivitas di lokasi tersebut.
Koordinator Wilayah SPPG Berau, Rani Oktaviana, mengonfirmasi, rombongan tersebut merupakan tim teknis dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau.
Kedatangan mereka bertujuan untuk memantau langsung kondisi fasilitas di lapangan.
“Kunjungan tim DLHK,” ujar Rani singkat saat memberikan keterangan melalui pesan elektronik.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, yang hari ini dilantik menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Berau membenarkan adanya agenda pemantauan tersebut.
Ia menjelaskan, kunjungan tim DLHK memang sudah masuk dalam jadwal kerja rutin pemerintah daerah pada hari ini.
“Ya hari ini ada jadwal kunjungan tim DLHK,” kata Mustakim.
Mustakim kemudian mengarahkan teknis penjelasan lebih lanjut kepada Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK Berau, Ida Ayu.
Dalam penjelasannya, Ida Ayu mengungkapkan, fokus utama tim di lapangan adalah melakukan pembinaan terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Persoalan IPAL ini menjadi krusial karena sempat memicu penghentian sementara operasional di beberapa titik SPPG guna memastikan standar lingkungan terpenuhi dengan baik.
“Intinya kami masih melakukan pembinaan terkait IPAL,” tegas Ida Ayu saat dikonfirmasi.
Ida Ayu juga menyinggung terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun dirinya masih enggan memberikan rincian lebih dalam sebelum agenda sosialisasi resmi dilaksanakan.
Ia meminta masyarakat menunggu penjelasan lengkap yang akan disampaikan pada esok hari.
“Untuk MBG saya belum bisa kasih info apapun dulu ya, besok kami sosialisasi,” tambahnya.
Di sisi lain, kehadiran petugas di lokasi juga dikonfirmasi oleh warga sekitar, Aidil Anugrah.
Menurut pengamatannya, para petugas tampak memeriksa beberapa standar kebersihan dasar yang harus dipenuhi oleh pengelola gedung pelayanan gizi tersebut.
“Petugas nanya kebersihan sama standarnya saja kaya tempat sampah,” kata Aidil.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh unit layanan gizi di Kabupaten Berau dapat beroperasi sesuai standar kesehatan dan lingkungan yang ketat demi menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. (*)

