BERAU TERKINI – Simak sejumlah fakta dari hasil rapat Board of Peace yang dihadiri Presiden Prabowo.
Organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakni Board of Peace melaksanakan rapat perdana.
Dalam rapat perdana itu dihadiri oleh sejumlah kepala negara anggota Board of Peace.
Sebut saja Presiden Argentina Javier Milei, PM Pakistan Shehbaz Sharif, hingga Presiden Prabowo.
Dilansir CNN Indonesia, terdapat sejumlah kesepakatan yang dicapai dalam rapat perdana Board of Peace.

Mulai dari pembentukan tentara International Stabilization Force atau ISF yang bertugas di Gaza hingga pembagian administratif Gaza.
Presiden Prabowo dalam rapat perdana Board of Peace itu juga menjanjikan pengiriman pasukan TNI untuk bertugas di ISF.
Bahkan jumlah pasukan yang disiapkan oleh TNI mencapai lebih dari 8.000 personel.
Berikut ini sejumlah fakta dari rapat perdana Board of Peace:
Peran ISF di Gaza
International Stabilization Force atau pasukan stabilisasi internasional akan bertugas di Gaza, Palestina.
Pasukan ini nantinya bertugas menjaga keamanan dan stabilitas hingga pemerintahan sipil di Gaza Palestina terbentuk.
ISF sendiri nantinya bertugas dan terbagi ke dalam lima wilayah di Gaza yakni Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.
Komposisi Pasukan ISF
Dalam tahap awal, pasukan ISF terdiri dari tentara dari sejumlah negara anggota Board of Peace.
Adapun negara yang telah menyampaikan kesanggupannya mengirim tentara ke Gaza sebagai ISF adalah Indonesia, Maroko, Kosovo, Kazakhstan dan Albania.
Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF
Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menjelaskan posisi wakil komandan ISF akan dijabat oleh tentara dari Indonesia.
“Saya ingin mengumumkan saya sudah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi wakil komandan untuk ISF,” jelas Mayor Jenderal Jasper Jeffers dikutip dari CNN Indonesia.

Presiden Prabowo Siap Tambah Pasukan
Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia di dalam Board of Peace. Menurutnya, Indonesia berkepentingan memastikan terwujudnya solusi dua negara atau two state solution.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya pelaksanaan gencatan senjata dengan keberadaan ISF di Gaza Palestina.
“Kita siap, mungkin ya kelompok-kelompok advanced mungkin tidak lama lah mungkin satu sampai dua bulan ini,” ujar Presiden Prabowo.
“Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi dengan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan,” jelasnya.
