BERAU TERKINI — Anggota DPRD Berau, Sutami, memberikan atensi atas realisasi APBD 2025 yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pemerintah daerah.
Sutami pun memberi apresiasi laporan yang disampaikan Wakil bupati Berau, Gamalis, yang menurutnya telah memberikan capaian kinerja secara komprehensif.
Bahkan, sejumlah indikator menunjukkan tren peningkatan, meski tetap perlu dipastikan sesuai kondisi di lapangan.
“Semoga ini sesuai fakta di lapangan,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Namun, Sutami menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi serapan anggaran.
Ia menilai tingginya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) menjadi tanda belum maksimalnya pelaksanaan program.
“Serapan anggaran harus jadi perhatian. Jangan sampai Silpa tinggi karena itu bisa menghambat pembangunan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan ketergantungan ekonomi Berau terhadap sektor pertambangan yang masih cukup besar.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan sektor lain yang lebih berkelanjutan.
Sutami menyebut sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan memiliki potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia bahkan menargetkan PAD Berau ke depan bisa menembus lebih dari Rp1 triliun jika potensi tersebut digarap maksimal.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan perubahan skema kontribusi sektor tambang.
Menurutnya, tarif per metrik ton sebaiknya dikaitkan dengan nilai dolar agar pendapatan daerah lebih optimal.
“Kalau bisa satu dolar per metrik ton, sehingga saat nilai dolar naik, pendapatan daerah juga ikut meningkat,” ujarnya.
Sutami menambahkan, langkah tersebut penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya dana transfer ke daerah.
“Dengan optimalisasi potensi lokal, harapannya kemandirian fiskal Berau dapat semakin kuat,” pungkasnya. (*/Adv)

