BERAU TERKINI – Suasana hangat menyelimuti Rumah Tahanan Kelas IIB Tanjung Redeb pada Rabu (31/12/2025) pagi.
Momen transisi kepemimpinan ini ditandai dengan prosesi pisah sambut yang khidmat, menandai dimulainya masa bakti Rian Permana sebagai nakhoda baru menggantikan Yudhi Khairuddin.
Langkah Rian Permana di Bumi Batiwakkal membawa harapan baru bagi pengembangan sumber daya manusia di balik jeruji besi.
Sebagai abdi negara yang telah lama mendedikasikan diri di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rian Permana datang dengan segudang pengalaman.
Sebelum menginjakkan kaki di Berau, ia sempat bertugas di Lapas Sidoarjo selama dua tahun dan pernah memimpin Lapas Kelas IIA Tarakan.
Rekam jejak yang panjang ini ia jadikan modal utama untuk memberikan manajemen terbaik bagi warga binaan di Rutan Tanjung Redeb.
Rian mengungkapkan optimismenya untuk segera menyatu dengan lingkungan kerja yang baru.
“Semoga situasi ini membuat kami cepat beradaptasi,” ujarnya.
Ia sangat menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga demi mewujudkan rutan yang berintegritas tinggi serta sejalan dengan visi misi pemerintah dalam membina warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia pun tak lupa memberikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait atas dukungan yang mengalir selama ini.
“Terima kasih atas dukungan forkopimda selama ini,” tambah Rian.
Rasa terima kasih juga ia sampaikan secara khusus kepada Yudhi Khairuddin yang dinilai telah berhasil membangun fondasi kekeluargaan yang solid di internal rutan.
Hubungan harmonis tersebut diyakini akan mempermudah langkahnya dalam membentuk karakter positif bagi para warga binaan ke depannya.
“Terima kasih Pak Yudhi, selamat bertugas di tempat selanjutnya,” ucapnya.
Di sisi lain, Yudhi Khairuddin yang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Bidang Pembinaan Narapidana di Lapas Kelas I Palembang, menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi tim Rutan Tanjung Redeb.
Ia meyakini, integritas seluruh pegawai telah teruji dalam menjaga marwah institusi di mata publik Berau.
Dengan nada rendah hati, ia pun berpamitan kepada seluruh jajaran. “Saya mohon maaf bila ada kesalahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengenang kembali masa kepemimpinan Yudhi yang meski singkat, sekitar enam bulan, tetap mampu menjaga komunikasi antarlembaga dengan sangat efektif melalui berbagai kanal.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan rutan demi memastikan pembinaan warga Berau berjalan optimal.
“Kami komitmen untuk memfasilitasi kebutuhan di dalam rutan ini,” tegas Said.
Said juga mengingatkan kembali fungsi strategis lembaga ini yang tidak hanya sebagai tempat penahanan, tetapi juga sebagai pusat bimbingan pemasyarakatan yang krusial bagi masa depan para warga binaan.
“Karena ke depan lembaga ini juga berfungsi sebagai bimbingan pemasyarakatan,” pungkasnya. (*)
