BERAU TERKINI – Upaya membekali siswa dengan kemampuan tanggap darurat dilakukan SMP Miftahul Huda melalui kerja sama dengan Emergency Response Group (ERG) PT Berau Coal.

Pelatihan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) dan evakuasi kondisi darurat itu digelar di aula sekolah, Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas VII dan VIII ini tak sekadar menerima materi teori, tapi juga terlibat langsung dalam simulasi pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka hingga evakuasi korban dalam situasi darurat.

Instruktur ERG PT Berau Coal mempraktikkan berbagai teknik PPGD, seperti penanganan luka bakar, pendarahan, hingga kondisi tersedak (choking).

Sejumlah siswa pun turut dilibatkan untuk mempraktikkan langsung materi yang diberikan, menciptakan suasana pelatihan yang interaktif dan penuh antusiasme.

Kepala SMP Miftahul Huda, Ahmad Fatahillah, menjelaskan, pelatihan ini dilatarbelakangi kondisi sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah yang sebagian besar siswa tinggal di asrama.

“Anak-anak di sini tinggal di pesantren, sehingga mereka harus dibekali kemampuan dasar untuk tanggap menghadapi kejadian darurat, terutama insiden-insiden kecil yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Ia mencontohkan, kejadian sederhana seperti cedera akibat benda jatuh atau kecelakaan ringan di malam hari kerap membutuhkan penanganan awal sebelum pengurus hadir.

Selain itu, pelatihan ini juga sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Berau agar sekolah rutin menggelar simulasi pertolongan pertama.

“Kami juga sedang menyiapkan ruang UKS. Insya Allah pada Juni 2026 sudah siap untuk putra dan putri,” tambahnya.

Diketahui, SMP Miftahul Huda baru berdiri sekitar satu setengah tahun dan saat ini memiliki 102 siswa kelas VII dan VIII.

Adapun total santri di lingkungan pesantren mencapai sekitar 202 orang yang seluruhnya menetap di asrama.

“Semoga ke depan pelatihan ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Selain bekerja sama dengan PT Berau Coal, SMP Miftahul Huda juga menggandeng Dinas Kesehatan Berau serta tim psikologi dari dinas terkait untuk menggelar pelatihan rutin setiap tiga bulan.

Sementara itu, Instruktur ERG PT Berau Coal, Vidya Cinta, menyampaikan, materi PPGD yang diberikan mencakup CPR, penanganan luka bakar, pendarahan, dan tersedak.

Menurutnya, tujuan utama pelatihan ini agar siswa mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.

“Tidak hanya teori, semua materi langsung dipraktikkan. Jadi ketika terjadi sesuatu pada diri mereka atau temannya, mereka sudah tahu harus berbuat apa,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa yang dinilai cepat memahami materi dan berani mempraktikkannya.

“Mereka cepat menangkap teori dan terlihat sangat senang saat praktik,” katanya.

Salah seorang siswa kelas VIII, Brandon, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut dan menyebut kegiatan praktik menjadi pengalaman baru yang berkesan.

“Tadi saya praktik penanganan luka bakar dan tersedak. Seru dan banyak ilmunya. Nanti saya juga mau berbagi dengan teman-teman,” pungkasnya. (*/Adv)