BERAU TERKINI – DPUPR Berau buka suara soal embung di Pulau Maratua yang belum beroperasi.

Meski pembangunan embung di Pulau Maratua telah dinyatakan rampung, namun fasilitas yang digadang-gadang menjadi solusi kebutuhan air bersih warga itu belum bisa dimanfaatkan.

Persoalannya bukan pada kolam penampung, melainkan pada sistem tangkapan air yang belum bekerja maksimal.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengungkapkan, secara fisik embung sudah selesai dibangun. Akan tetapi, suplai air yang masuk ke dalam kolam belum sesuai harapan.

“Kolamnya sudah dibuat. Tapi masih ada kekurangan pada sistem tangkapan air untuk pintu masuk dalam menampung air. Ini yang sedang menjadi perhatian kami,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Kondisi embung di Pulau Maratua Berau (Ist)
Kondisi embung di Pulau Maratua Berau (Ist)

Embung tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 80 ribu meter kubik.

Namun, sistem tangkapan air yang tersedia saat ini baru mampu mengalirkan sekitar 6 ribu meter kubik air. Selisih yang cukup jauh ini, membuat fungsi embung belum bisa dimaksimalkan.

Secara perhitungan teknis, kapasitas 80 ribu meter kubik itu sebenarnya dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kampung Payung-Payung dan Bohe Silian.

“Hanya saja, stabilitas pasokan, terutama saat musim kemarau, masih menjadi tantangan besar,” katanya.

Untuk menjamin distribusi air tetap aman sepanjang tahun, dibutuhkan sistem pendukung tambahan, seperti kolam penyangga maupun penguatan infrastruktur tangkapan air agar debit yang masuk bisa lebih stabil dan mencukupi.

“Untuk saat ini, fokus kami adalah mengusulkan dan mengerjakan perbaikan serta penambahan pada sistem tangkapan air agar embung bisa berfungsi optimal,” terangnya.

Ia memastikan, kebutuhan tersebut akan ditindaklanjuti melalui perencanaan teknis serta penganggaran lanjutan.

Dengan pembenahan yang dilakukan diharapkan, embung di Pulau Maratua segera bisa difungsikan maksimal sebagai sumber air bersih bagi warga.

“Ke depan, kita akan lakukan pembenahan agar bisa dimanfaatkan sepenuhnya,” pungkasnya. (*)