BERAU TERKINI – Setelah melalui proses penjaringan yang cukup panjang sejak 2025, estafet kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Berau resmi diambil alih Muhammad Gazali untuk periode 2025-2030.

Kepastian tersebut didapatkan usai pelantikan yang digelar di Ruang Pertemuan Sangalaki, Kantor Setda Berau, Senin (12/1/2026).

Menariknya, selain pernah menjabat Sekretaris Kabupaten Berau 2018-2021, Gazali juga tercatat sebagai calon anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu 2024.

Selain Gazali, ada empat nama lain juga dilantik sebagai wakil ketua lembaga pengumpulan zakat plat merah itu.

Satu diantaranya ialah mantan komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu ) Berau periode 2019-2024, Nadirah.

Lalu, ada juga tiga wakil ketua lain, yakni Syafrudin, Zul Amri Putra, dan Suparman.

Keputusan itu tertuang dalam SK Bupati Berau Nomor: 531/2025 tentang Penetapan Ketua dan Wakil Ketua BAZNAS Berau 2025-2030.

Proses pembacaan sumpah janji pengurus BAZNAS Berau Periode 2025-2030 di Ruang Pertemuan Sangalaki, Senin (12/1/2025). (Sulaiman/BT)
Proses pembacaan sumpah janji pengurus BAZNAS Berau Periode 2025-2030 di Ruang Pertemuan Sangalaki, Senin (12/1/2025). (Sulaiman/BT)

Nama Gazali menggeser Busransyah yang telah memimpin BAZNAS Berau periode 2020-2025. 

“Saya berharap bapak ibu sekalian bisa mengemban amanah yang telah diberikan ini,” kata Bupati Berau, Sri Juniarsih, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan.

Dia berharap, BAZNAS dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengelola dana umat yang didapatkan dari zakat, infaq, dan sedekah.

“Semoga amanah ini membuat BAZNAS dapat menjadi lebih baik ke depan,” harapnya.

Sri Juniarsih menambahkan, BAZNAS harus siap di setiap waktu darurat.

Sebab, penggunaan dana umat tak boleh terlambat untuk disalurkan dalam situasi darurat.

Ia juga menginginkan agar penyaluran bantuan tak terhalang oleh regulasi, namun tetap taat dengan administrasi.

“Jangan susah angkat telepon. Situasi darurat, BAZNAS harus cepat turun,” pesannya.

Sementara itu, Gazali, berterima kasih lantaran masih dipercaya untuk mengemban amanah lembaga yang menjadi mitra pemerintah.

“Amanah ini akan kami jaga dengan baik, mengelola dana umat untuk kemaslahatan umat,” kata dia.

Gazali juga berkomitmen untuk menjadi bagian dari program pemerintah dalam mengentaskan persoalan kemiskinan di Bumi Batiwakkal.

“Dana yang kami kelola adalah dana yang digunakan untuk kepentingan umat,” ucapnya.

Dia menganggap BAZNAS sebagai lembaga yang dibentuk untuk menjalankan perintah agama, sehingga semua akan dijalankan sesuai dengan syariat.

“Ini telah diperintahkan dalam Al-Quran,” tuturnya.

Dia juga meminta agar setiap OPD agar membuka pintu ruang kerjanya.

Dengan kerja sama itu, dia harap akan memberikan dampak positif dalam menjalankan program pemerintah.

Sebab, saat ini masih terdapat sebanyak 12,5 ribu masyarakat miskin yang membutuhkan program untuk mengurangi beban hidupnya.

“Ini harus dibarengi dengan kerja kolektif,” ucapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, proses pelantikan masih berlangsung. (*)