TANJUNG REDEB – Pemerintah Kampung Pulau Derawan memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak berdampak pada jalannya program prioritas di kampung.
Meskipun ada pemangkasan di beberapa pos belanja, program peningkatan sumber daya manusia (SDM), ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan stabil.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyebut, efisiensi yang dilakukan lebih difokuskan pada pembatasan perjalanan dinas dan pengadaan barang.
“Meskipun Alokasi Dana Kampung (ADK) turun sedikit, program tetap berjalan. Kami utamakan efisiensi pada perjalanan dinas dan kalau bisa pengadaan barang tidak perlu berlebihan,” ungkap Indra kepada Berauterkini, Selasa (8/7/2025).
Pada 2024, ADK Kampung Pulau Derawan tercatat sebesar Rp3.092.640.000. Lalu, tahun ini mengalami penurunan tipis menjadi Rp3.083.503.000.
Meski begitu, peningkatan kapasitas pemandu wisata melalui pelatihan dan sertifikasi serta penguatan ketahanan pangan lewat badan usaha milik kampung (BUMK) tetap menjadi prioritas.
Indra mengatakan, kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen, serta mendorong penguatan ketahanan pangan dan penanganan stunting.
Pemerintah Kabupaten Berau juga mengarahkan seluruh kampung untuk melakukan efisiensi dengan prinsip kehati-hatian.
“Kami didorong agar dana kampung lebih difokuskan pada pengembangan potensi lokal, peningkatan produktivitas, serta kegiatan yang mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.
Indra menambahkan, hingga kini anggaran dari Alokasi Bantuan Tunai (ABT) belum diterima. Jika nantinya turun, pihak kampung akan tetap memprioritaskan pemanfaatan anggaran untuk kebutuhan yang memberikan dampak langsung ke masyarakat.
“Fokus kami tetap pada program yang bermanfaat langsung bagi warga dan dari DPMK pun mengarahkan seperti itu,” tegasnya. (*)
