BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga denyut nadi sektor perikanan daerah. 

Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, langkah konkret diambil melalui pemberian rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi khusus bagi nelayan, terutama nelayan kecil.

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, menjelaskan, program ini adalah instrumen penting yang bertujuan memastikan nelayan tetap bisa melaut tanpa terbebani tingginya biaya operasional.

“Salah satu tugas utama Dinas Perikanan adalah memberikan rekomendasi BBM kepada nelayan kecil. Ini bentuk dukungan pemerintah agar aktivitas penangkapan ikan tetap berjalan,” ujar Yunda.

Yunda menegaskan, distribusi rekomendasi BBM ini tidak dilakukan secara seragam. Prinsip keadilan diterapkan dengan perhitungan kuota yang disesuaikan dengan kebutuhan riil.

“Pembagian kuantitas BBM dilakukan berdasarkan perhitungan khusus, yakni melihat besaran GT (Gross Tonnage) kapal,” terangnya.

Nelayan yang telah mengantongi rekomendasi resmi dapat membeli bahan bakar dengan harga subsidi di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) atau SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) yang telah ditunjuk.

Penting ditekankan, bantuan ini adalah dalam bentuk subsidi harga, bukan BBM gratis.

Program penyaluran BBM bersubsidi ini merupakan salah satu pilar untuk menjaga stabilitas kegiatan perikanan Berau. 

Dengan dukungan ini, diharapkan aktivitas nelayan tetap berjalan lancar, sektor perikanan daerah terus tumbuh, dan ketersediaan pasokan hasil laut di pasar tetap terjamin.

“Dengan adanya dukungan ini, diharapkan aktivitas nelayan tetap berjalan lancar dan sektor perikanan Berau bisa terus tumbuh,” pungkasnya. (*/Adv)