BERAU TERKINI – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus digenjot di Kabupaten Berau.

Kali ini, Kodim 0902/Berau menggagas program penanaman perdana Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, Rabu (28/1/2026).

Penanaman padi dilakukan secara simbolis sebagai tanda dimulainya pengelolaan lahan cetak sawah baru. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Dandim 0902/Berau Letkol Inf Wirahadi Harahap dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.

Wirahady menjelaskan, alokasi cetak sawah pada 2025 di Berau mencapai 428 hektare yang tersebar di empat kampung.

Rinciannya, Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur seluas 68 hektare; Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur 111 hektare; Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar 209 hektare; dan Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur 37 hektare.

“Untuk Buyung-Buyung sendiri terbagi dalam dua titik areal. Saat ini, progres pengerjaan sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya paling lambat akhir Maret 2026,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sebagai penerima perintah dari pusat, sudah seyogianya semua bersinergi menyukseskan program ini. 

Apalagi, saat ini Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras dari Vietnam, Thailand, maupun Kamboja.

“Penanaman padi perdana di Buyung-Buyung ini menjadi satu-satunya kegiatan di Kalimantan Timur,” katanya. 

“Sekaligus, menjadi prestasi bersama dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan,” tambahnya.

Menurut Dandim, kondisi geopolitik global yang tidak stabil menjadi pengingat pentingnya kemandirian pangan nasional. 

Ia mencontohkan, pada masa perjuangan kemerdekaan, Indonesia mampu bertahan karena memiliki logistik pangan yang kuat di wilayahnya.

“Harapannya, ke depan, Berau bisa mandiri pangan. Tidak perlu lagi mendatangkan beras dari Sulawesi atau Jawa. Kita optimalkan kembali wilayah yang dulu merupakan lahan sawah,” tegasnya.

Untuk 2026, Berau bahkan mendapat alokasi cetak sawah seluas 2.000 hektare yang rencananya akan dikembangkan di Kecamatan Segah, Gunung Tabur, dan Sambaliung. 

Namun, Wirahady menekankan, percepatan penyelesaian lahan 2025 harus tuntas paling lambat minggu kedua Februari 2026 agar persiapan tahun berikutnya tidak terganggu.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kaltim, Akhmad Hamdan, mengapresiasi langkah Kodim 0902/Berau yang dinilai menjadi role model bagi daerah lain di Benua Etam.

“Berau saat ini menjadi tolok ukur. Target Kementerian Pertanian adalah 10 ton per hektare. Saat ini, rata-rata masih 4,5 ton dan kita dorong naik menjadi 6–8 ton per hektare,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembentukan brigade pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertanian, mulai dari penyediaan alat, pupuk, bibit, hingga pascapanen. 

Bahkan, kelompok penangkar benih juga akan dibentuk untuk menjamin kualitas produksi.

“Program ini diharapkan menambah luas baku sawah sekaligus meningkatkan hasil panen. Kami mendorong dinas terkait untuk terus melakukan monitoring agar produktivitas benar-benar meningkat,” katanya.

Dukungan juga datang dari masyarakat. Kepala Kampung Buyung-Buyung, Mustafa, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan keterlibatan langsung Dandim serta Forkopimda Berau.

Saat ini, total luas sawah di Buyung-Buyung mencapai 709 hektare, dari sebelumnya 500 hektare ditambah 209 hektare cetak sawah baru.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Dandim dan Kodim 0902/Berau. Kami harap, program ini membawa manfaat besar bagi petani di kampung kami,” ujarnya.

Ia menyebutkan, panen tiga bulan lalu di Buyung-Buyung mencapai 16 ton gabah. 

Dengan perluasan lahan dan sinergi lintas sektor, Mustafa optimistis arahan Presiden RI dalam menjaga ketahanan pangan dapat diwujudkan bersama.

Tanpa kerja sama semua pihak, dia meyakini program ini tidak akan berhasil.

“Semoga sinergi ini terus terjaga agar swasembada pangan benar-benar terwujud,” pungkasnya. (*)