BERAU TERKINI – Permasalahan sampah di berbagai objek wisata kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.

Untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan berkelanjutan, Pemkab Berau mulai menerapkan strategi baru.

Salah satunya dengan membangun fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle(TPS3R).

Langkah konkret yang akan diambil Pemkab adalah pembangunan total 15 unit TPS3R yang tersebar di 13 kecamatan dan dua kampung prioritas.

Proyek ini bertujuan untuk mendukung Pulau Derawan dan kawasan wisata lainnya menjadi objek wisata yang bersih.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan hal ini usai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) TPS3R di Pulau Derawan beberapa waktu lalu.

TPS3R di Derawan ini didapuk sebagai pilot project dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah-wilayah wisata lain di Berau.

“Kebersihan merupakan aspek penting yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan pariwisata,” ucap Gamalis.

Dia menekankan, tanpa pengelolaan sampah yang baik, citra pariwisata Berau tidak akan maksimal.

Pembangunan fasilitas ini tidak hanya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan kerja sama dengan pihak ketiga, seperti yang dilakukan di Pulau Derawan, di mana Pemkab Berau bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF).

Secara terpisah, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengakui, kondisi pengelolaan sampah di pulau wisata tersebut saat ini masih jauh dari kata optimal.

Saat ini, sampah masih dikumpulkan di satu titik dan hanya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung Batu dua kali dalam seminggu.

“Kondisi ini menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di Pulau Derawan, yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, mencemari lingkungan, serta merusak ekosistem laut,” jelas Indra. 

Ia khawatir, penumpukan sampah tersebut akan berdampak negatif pada keberlanjutan wisata bahari yang menjadi andalan Berau.

Dengan adanya TPS3R ini, diharapkan sampah dapat diolah langsung di lokasi, mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke TPA, serta mendukung upaya Pemkab mewujudkan pariwisata yang benar-benar bersih dan lestari. (*/Adv)