BERAU TERKINI – Kapal tanker milik Pertamina berhasil keluar dari Selat Hormuz yang ditutup oleh militer Iran.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat perang Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Sebagai aksi pembalasan, militer Iran mengancam akan menutup penuh Selat Hormuz.

Padahal Selat Hormuz merupakan salah satu jalur vital distribusi minyak mentah dunia.

Indonesia sebagai negara pengimpor minyak juga mengandalkan distribusi yang lancar dari Selat Hormuz.

Sebelumnya beberapa kapal tanker milik Pertamina dikabarkan terjebak di Selat Hormuz.

Kapal Tanker milik Pertamina (pertamina-pis.com)
Kapal Tanker milik Pertamina (pertamina-pis.com)

Kini pihak Pertamina melalui PT Pertamina International Shipping memastikan dua kapal yang sempat terjebak yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon sudah berhasil keluar dari Selat Hormuz.

Selain dua kapal itu, kapal tanker Pertamina lainnya yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro juga berada di Teluk Arab dan tengah berupaya keluar dari lokasi konflik di perairan Timur Tengah.

“Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” kata Pjs Corporate Secretary PIS Vega Vita, dikutip dari laporan Kompas.com

Menurutnya, kondisi tersebut membuat rantai pasok BBM dalam negeri tetap aman.

Pihaknya juga memastikan terus berkoordinasi dengan aparat berwenang demi memastikan proses distribusi minyak dari wilayah Timur Tengah tetap aman.

“Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” jelasnya.

“Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa,” katanya.