BERAU TERKINI – Polresta Samarinda berhasil menangkap dua orang yang diduga menjadi aktor intelektual di balik rencana aksi anarkis menggunakan bom molotov di Samarinda. Kedua tersangka, NS (37) dan AJ alias L (43), ditangkap saat bersembunyi di sebuah kebun di Samboja, Kutai Kartanegara, pada Kamis (4/9/2025) lalu.

Meski demikian, perburuan belum berakhir. Polisi kini tengah mengejar tiga orang lainnya yang masuk dalam daftar buron, termasuk seorang pria berinisial Z yang diduga berperan sebagai pemodal atau donatur utama.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, dalam konferensi pers pada Jumat malam (5/9/2025), menyebut penangkapan ini merupakan kunci dalam mengungkap jaringan tersebut.

“Mereka adalah otak sekaligus penggerak utama,” kata Hendri Umar.

Menurut Kapolresta, rencana pembuatan bom molotov ini digagas oleh tersangka NS bersama tiga buronan (Mr. X, Y, dan Z) di sebuah warung kopi pada 29 Agustus lalu. Mereka kemudian berbagi peran, dengan Z menjadi penyandang dana untuk pembelian bahan-bahan seperti pertalite dan botol kaca.

“Tersangka Z ini perannya sebagai donatur utama,” jelas Hendri.

Bom tersebut, yang berjumlah 27 buah, kemudian dirakit oleh empat mahasiswa Universitas Mulawarman yang telah lebih dulu diamankan. Targetnya adalah Gedung DPRD Kaltim dan aparat keamanan saat aksi unjuk rasa pada 1 September lalu.

Penyelidikan kasus ini turut melibatkan Bareskrim Polri setelah ditemukan adanya pola dan modus operandi yang mirip dengan kasus di daerah lain.

“Pengejaran terus dilakukan, semua perkembangan akan kami sampaikan,” pungkas Kapolresta.