TANJUNG REDEB – Panen raya di Kampung Buyung-Buyung berkontribusi terhadap peningkatan produksi beras di Berau.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau memprediksi bahwa produksi beras padi sawah di bulan Agustus ini akan meningkat pasca panen raya di Kampung Buyung-Buyung.
Untuk diketahui, panen di Kampung Buyung-Buyung akan diselenggarakan pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Adapun para petani mulai memanen padi di lahan seluas 387 hektare dengan dominasi variestas Ciliwung yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi, melalui bidang verifikasi data statistik, Ika Noorhandayani menyebutkan berdasarkan data sementara produksi beras padi sawah di Berau pada Agustus 2025 akan mencapai sebesar 129,5 ton.
“Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan Juli lalu yang hanya sebesar 19,3 ton,” jelas Ika Noorhandayani kepada Berauterkini.co.id, Rabu (13/8/2025).
Sedangkan untuk produksi Gabang Kering Giling (GKG) dari padi sawah, Ika bilang, akan mencapai sebanyak 200,6 ton pada Agustus 2025. Angka ini naik signifikan dibandingkan dengan Juli 2025, yang hanya mencapai 29,9 ton.
Kemudian, dia menyebutkan untuk Gabah Kering (GKP) dari padi sawah pada Agustus 2025, diprediksi mampu mencapai 241,7 ton. Angka ini tumbuh dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya sebesar 36,0 ton.
Untuk diketahui, terdapat dua jenis komoditas padi yang diproduksi oleh para petani di Berau.
Yaitu padi sawah dan padi ladang atau gunung. Padi sawah biasanya banyak dijumpai di wilayah pesisir Berau, sedangkan padi gunung banyak ditanam di wilayah hulu Berau.
Junaidi menjelaskan bahwa produksi beras di Berau mengalami penurunan pada Juli 2025, karena disebabkan beberapa faktor, antara lain cuaca ekstrem, alih fungsi lahan, serta kurangnya regenerasi petani.
“Jadi memang banyak tenaga kerja atau petani kita sekarang sudah lansia sehingga tidak bisa produktif lagi. Maka kami terus memberikan insentif seperti pupuk agar para petani ini semakin semangat ke depannya,” kata Junaidi saat dihubungi Berauterkini.co.id, Rabu (13/8/2025).
Tak hanya itu, Junaidi mengatakan bahwa pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada para petani antara lain yakni, alat tanam pertanian seperti retovator yang diberikan langsung dari pemerintah pusat, dan pelatihan penanaman padi kepada para petani baru.
Di sisi lain, Junaidi juga mengapresiasi kerja keras para petani yang mampu menjaga produksi meski dihadapkan pada perubahan cuaca.
“Kondisi kering justru dimanfaatkan petani untuk menghasilkan gabah yang lebih berkualitas. Ini bukti adaptasi mereka terhadap iklim semakin baik. Apalagi dengan dukungan alat dan mesin pertanian yang semakin modern,” ujarnya.
Junaidi menambahkan, panen raya di Kampung Buyung-Buyung menjadi salah satu momentum penting bagi sektor pertanian Berau.
“Insyaallah pada 16 Agustus nanti di kampung akan digelar syukuran panen padi yang akan dihadiri Bupati. Sekaligus akan dilakukan peresmian vertikal dryer dan penyerahan simbolis alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani,” tutupnya.
