BERAU TERKINI – Program Desa Korporasi Ternak diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa di Berau.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) yang didanai dari APBD I.

Kepala DTPHP Berau melalui Kabid Peternakan, Eko Wahyu Harianto, mengatakan program PDKT dirancang tidak hanya memberikan bantuan ternak, tetapi juga membangun sistem peternakan terpadu dan berkelanjutan berbasis kelompok dan koperasi.

“PDKT ini bukan sekadar bantuan ternak, tetapi lengkap dengan sarana pendukungnya agar usaha peternakan bisa dikelola secara korporasi dan berkelanjutan,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, bentuk bantuan PDKT meliputi ternak sapi atau kambing sebanyak 100 ekor, yang terdiri dari 60 ekor jantan untuk penggemukan dan 40 ekor betina untuk budidaya.

Selain itu, kelompok penerima juga mendapat kandang komunal, gudang pakan, gudang pupuk, hijauan pakan ternak (HPT), konsentrat, instalasi air, mesin chopper, mesin APPO, obat-obatan, serta Urea Molases Block (UMB).

Pada tahun 2024, program PDKT direalisasikan di Kampung Samburakat dengan bantuan ternak sapi beserta paket pendukungnya.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Koperasi Samburakat Maju Bersama, yang menaungi dua kelompok ternak, yakni Kelompok Rejeki Subur dan Kelompok Samburakat Jaya Mandiri.

“Penyaluran bantuan dilakukan melalui koperasi karena sesuai ketentuan, dua kelompok ternak harus berada dalam satu wadah koperasi agar pengelolaan usaha lebih terarah dan profesional,” jelasnya.

Sementara itu, pada tahun 2025, DTPHP Berau kembali mengalokasikan dua program PDKT di dua kampung berbeda.

Program pertama dilaksanakan di Kampung Sukan untuk Kelompok Berkah dan Kelompok Bukit Harapan, berupa bantuan 100 ekor ternak sapi lengkap dengan paket pendukungnya.

Program kedua dilaksanakan di Kampung Pesayan, dengan sasaran Kelompok Berkah Setia Bersatu dan Kelompok Mufakat, berupa bantuan 100 ekor ternak kambing beserta seluruh paket pendukung PDKT.

Eko berharap, melalui program ini, kelompok ternak di kampung dapat berkembang menjadi unit usaha yang mandiri, mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan daerah.

“Dengan pola korporasi, kami ingin peternak tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi terorganisir, punya manajemen yang baik, dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” pungkasnya.(*)