BERAU TERKINI – Implementasi sistem drainase tertutup menggunakan u-gutter di Kabupaten Berau menuai kritik tajam dari warga.
Salah satunya sistem drainase di kawasan Jalan Diponegoro, Kecamatan Tanjung Redeb.
Meski pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan untuk modernisasi, warga mengeluhkan munculnya genangan air yang cukup tinggi di daratan.
Hal ini diklaim tidak pernah terjadi sebelum sistem tersebut diterapkan.
Warga pun mempertanyakan efektivitas lubang pembuangan pada sistem drainase baru tersebut.

Menurut pengakuan warga, saat kawasan tersebut masih menggunakan parit besar terbuka sebelum tahun 2023-2024, genangan air tidak pernah menjadi masalah meski wilayah tersebut merupakan area pemukiman padat.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan, salah satu penyebab utama genangan adalah ukuran lubang pembuangan yang dinilai terlalu kecil untuk menampung debit air, terutama yang datang dari badan jalan.
Selain itu, air hujan yang jatuh di lahan-lahan milik masyarakat seringkali langsung tumpah ke jalanan karena tidak adanya parit khusus di area privat warga.
“Air hujan itu jatuh ke jalanan baru masuk ke lubang air. Harusnya air dari lahan masyarakat tidak boleh langsung tumpah ke jalan, tapi masuk lewat parit-parit khusus menuju drainase utama,” jelas Hendra kepada awak media.
Pihaknya mendorong agar ada kolaborasi dari masyarakat untuk membuat sodetan atau parit di lahan masing-masing agar aliran air tidak menumpuk di badan jalan.
Persoalan ini bukan sekadar teknis, namun sudah berdampak langsung pada kenyamanan warga.
Beberapa titik di depan kantor layanan publik, seperti BPJS Ketenagakerjaan, juga dilaporkan mengalami banjir saat hujan turun.
Bahkan, salah satu warga melaporkan kondisi memprihatinkan di mana rumah tinggal lansia kini mulai sering terendam air.
“Dulu nggak pernah sampai terendam air. Sekarang, rumah nenek saya sampai kebanjiran, kasihan sampai berenang di dalam rumah,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah daerah segera mengevaluasi kembali desain drainase tertutup di Jalan Diponegoro.
Hal itu mengingat peninggian badan jalan saat ini justru membuat hunian masyarakat menjadi lebih rendah dan rentan terhadap luapan air. (*)

