BERAU TERKINI – Kondisi infrastruktur di sejumlah daerah destinasi wisata mendapat sorotan dari DPRD Berau.

Pengembangan pariwisata di Kabupaten Berau dinilai belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur dasar, khususnya listrik dan jaringan telekomunikasi di kawasan wisata.

Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Berau, Abdul Waris, yang menyebut persoalan utama pariwisata daerah bukan pada konsep, melainkan pada fokus pembangunan dan realisasi anggaran.

Menurut Abdul Waris, secara perencanaan dan dokumen kebijakan, arah pembangunan pariwisata Berau sebenarnya sudah jelas.

Namun dalam pelaksanaannya, masih terkendala oleh lemahnya prioritas pembangunan dan komitmen politik dalam penganggaran.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris.

“Dokumen perencanaan kita sudah bagus, tapi pelaksanaannya belum fokus. Pariwisata butuh keberpihakan nyata, terutama dalam penganggaran,” ujarnya.

Ia menyoroti masih adanya sekitar 30 titik blankspot di Kabupaten Berau, dengan 15 di antaranya berada di kawasan wisata.

Kondisi tersebut dinilai sangat memengaruhi kenyamanan wisatawan, terutama di era digital yang menuntut akses internet stabil.

“Orang datang berwisata pasti foto dan langsung unggah. Kalau sinyal bermasalah, itu jadi keluhan serius,” kata Abdul Waris.

Selain jaringan sinyal telekomunikasi, keterbatasan pasokan listrik di sejumlah destinasi wisata juga menjadi sorotan.

Salah satunya kawasan Batu Berdiri di Lamin Guntur, Kecamatan Biduk-biduk, yang hingga kini belum teraliri listrik secara memadai.

Ia mendorong agar pembangunan jaringan listrik dilakukan secara terintegrasi dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kampung Teluk Sumbang.

Menurutnya, pengembangan pariwisata Berau tidak bisa dilakukan secara parsial atau menyebar ke banyak destinasi sekaligus. Ia menilai pendekatan bertahap dan fokus pada destinasi prioritas jauh lebih efektif.

“Lebih baik kita fokuskan dulu di beberapa titik, bangun infrastrukturnya secara tuntas, baru kembangkan destinasi lainnya,” tegasnya.

Abdul Waris juga menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara Disbudpar Berau dengan DPRD Berau.

Menurutnya, koordinasi yang baik akan memaksimalkan dukungan anggaran melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk sektor pariwisata.