BERAU TERKINI – Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle memimpin agenda monitoring dan evaluasi. Rapat ini membahas penyusunan Prognosis Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 serta Prognosis Perubahan APBD (P-APBD) 2025.

Agenda ini digelar bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim. Tujuannya untuk memastikan transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran.

Sabaruddin Panrecalle menjelaskan, proses penyusunan prognosis ini melibatkan banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Oleh karena itu, kerja sama lintas komisi, dari Komisi I hingga Komisi IV, sangat penting dalam merumuskan anggaran.

“Semua rancangan, baik itu anggaran perubahan maupun anggaran murni, memiliki target dan sasaran masing-masing,” ujar Sabaruddin.

Ia menyayangkan ketidakhadiran Kepala Bapenda dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, hal ini menghambat proses pendalaman informasi.

“Kami sangat menyayangkan ketidakhadiran Kepala Bapenda hari ini. InsyaAllah dalam waktu dekat akan ada pertemuan lanjutan,” tambahnya.

Sabaruddin menegaskan, hingga saat ini Komisi II belum menerima data realisasi anggaran yang pasti. Pihaknya berharap kepala dinas yang berkompeten bisa hadir langsung agar informasi yang diberikan lebih akurat.

“Kami berharap para kepala OPD bisa memberikan data yang lengkap dan tepat, agar proses perencanaan dan pengawasan berjalan maksimal,” pungkasnya. (Ftr/Adv/DPRD Kaltim)