BERAU TERKINI – Upaya perbaikan sistem pendidikan di Kalimantan Timur memasuki babak baru. Panitia Khusus Pembahas Rancangan Peraturan Daerah atau Ranperda Inisiatif DPRD Kaltim resmi menyampaikan laporan akhir kerjanya.
Laporan tersebut dibacakan dalam Rapat Paripurna ke-43 yang dipimpin Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud pada Jumat (21/11/2025) lalu. Agenda ini menandai rampungnya proses pembahasan panjang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Pansus Sarkowi V Zahry menegaskan urgensi pembaruan regulasi daerah tersebut. Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2016 dinilai sudah usang dan tidak mampu lagi mengakomodasi dinamika layanan pendidikan saat ini.
Tantangan di lapangan masih sangat kompleks mulai dari ketimpangan akses antarwilayah hingga minimnya layanan di kawasan pedesaan. Wilayah pesisir hingga perbatasan seperti Mahakam Hulu dan Kutai Barat menjadi sorotan utama karena disparitas yang nyata.
Atasi Kesenjangan Kualitas
Masalah lain yang mendesak adalah terbatasnya jumlah tenaga pendidik yang linier serta minimnya fasilitas penunjang. Rendahnya literasi digital dan belum optimalnya koneksi dengan dunia industri turut menjadi catatan kritis.
Sarkowi menyebut tanpa adanya payung hukum yang baru upaya peningkatan mutu sekolah akan berjalan lambat. Regulasi anyar ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak tersebut.
“Tanpa pembaruan regulasi, percepatan peningkatan mutu pendidikan akan terhambat,” tegas Sarkowi.
Butuh Aturan Turunan
Pansus telah menempuh berbagai tahapan mulai dari uji publik hingga konsultasi ke kementerian terkait untuk mematangkan materi muatan. Saat ini draf aturan sedang dalam proses fasilitasi di Kementerian Dalam Negeri sebelum disahkan.
Implementasi aturan ini nantinya membutuhkan sekitar 16 peraturan gubernur sebagai petunjuk teknis di lapangan. Sarkowi menekankan bahwa regulasi ini adalah fondasi strategis untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas.
“Ini adalah ikhtiar kolektif untuk memperkuat pondasi pendidikan Kaltim menuju generasi yang unggul dan berkarakter,” tutup Sarkowi. (Ftr/Adv/Diskominfo Kaltim)
