BERAU TERKINI – Pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman kembali menjadi perhatian, anggota DPRD Berau Gideon Andris.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV yang mewakili Kecamatan Kelay, Gideon menilai masih terjadi kesenjangan pembangunan antara Kecamatan Kelay dengan kecamatan lainnya di Berau.

Dikatakannya, ada empat sektor prioritas yang dianggap krusial bagi peningkatan kualitas hidup warga, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan jaringan telekomunikasi.

“Empat sektor ini adalah fondasi utama. Jika tidak dibenahi secara serius, sulit berharap kesejahteraan masyarakat pedalaman bisa sejajar dengan wilayah perkotaan,” terangnya, Minggu (22/2/2026).

Dalam setiap resesnya, banyak aspirasi yang disampaikan konstituennya. Satu keluhan yang kerap mencuat adalah kondisi jalan.

Akses penghubung antarkampung di sana kata diax masih terbatas.

Terlebih sebagian wilayah Kelay masuk Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), yang membuat pembangunan infrastruktur fisik menghadapi sejumlah kendala regulasi.

Di sektor pendidikan, Gideon menyoroti minimnya tenaga pengajar. Ia mengakui, mencari guru yang bersedia bertugas di pedalaman bukan perkara mudah.

“Tenaga pendidik sangat sulit didapatkan di Kelay. Perlu kebijakan insentif dan dukungan fasilitas agar guru mau dan betah mengabdi,” ujarnya.

Jembatan Bailey penghubung Kampung Mapulu dan Panaan, Kecamatan Kelay, sudah dapat digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara roda dua.
Jembatan Bailey penghubung Kampung Mapulu dan Panaan, Kecamatan Kelay, sudah dapat digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara roda dua.

Tak hanya itu, akses layanan kesehatan serta kestabilan jaringan komunikasi juga menjadi perhatian serius.

Menurutnya, layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan komunikasi yang lancar bukan sekadar penunjang aktivitas, tetapi juga menyangkut keselamatan warga.

“Ini tanggung jawab saya sebagai legislator. Saya akan terus kawal aspirasi masyarakat pedalaman, terutama akses jalan, dan fasilitas dasar lainnya,” pungkasnya. (*)