BERAU TERKINI – Harapan baru bagi kemandirian ekonomi kampung di Kabupaten Berau mengemuka melalui pengembangan komoditas kelapa dan kakao.

Apalagi, dengan adanya peluang bantuan 200 hektare bibit dari Kementerian Pertanian.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, meminta kepala kampung tidak menyia-nyiakan peluang bantuan tersebut.

Menurutnya, program tersebut merupakan peluang konkret yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh kampung-kampung di Bumi Batiwakkal.

“Jika ini bisa terealisasi, ini akan menjadi peluang bagi petani di Kabupaten Berau,” katanya, Sabtu (28/2/2026).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah

Arman mengungkapkan, kelapa saat ini tengah menjadi komoditas unggulan dengan harga jual yang cukup stabil dan menjanjikan. 

Berdasarkan komunikasi dengan para penampung, harga kelapa di luar Ramadan berada di kisaran Rp6.000-7.000 per butir, bahkan bisa lebih.

“Kalau ditanam sekarang, tiga tahun mendatang kampung sudah bisa menikmati hasilnya. Ini kesempatan nyata untuk meningkatkan pendapatan asli kampung,” ujarnya.

Menurutnya, jenis kelapa genjah atau etok disebut menjadi pilihan ideal karena masa panennya relatif singkat sekitar tiga tahun.

Pohonnya pun tidak terlalu tinggi dengan buah yang besar, sehingga memudahkan proses perawatan dan panen bagi petani.

“Tinggal pemerintah menyiapkan pasar yang bagus dan harga yang stabil,” jelasnya.

Arman juga menekankan pentingnya pengembangan sektor hilir.

Tidak hanya menjual kelapa utuh, masyarakat kampung didorong mengolahnya menjadi kopra maupun produk turunan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Selain kelapa, komoditas kakao juga dinilai memiliki pasar yang stabil dan berorientasi ekspor.

Dengan dukungan bibit unggul serta lahan yang tersedia, komoditas ini berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

“Kami berharap kepala kampung benar-benar serius memanfaatkan bantuan ini. Jangan sampai sudah ada program dan lahan, tetapi tidak dioptimalkan,” pungkasnya. (*/Adv)