TANJUNG REDEB – Ramainya keluhan orang tua soal mahalnya perlengkapan sekolah di tahun ajaran baru membuat Anggota DPRD Berau, Thamrin, angkat suara.

Dia menegaskan, sekolah tidak seharusnya menjelma menjadi ladang bisnis, apalagi memanfaatkan momen masuk sekolah untuk meraup keuntungan.

“Kami ingatkan, sekolah itu bukan tempat berbisnis. Jangan sampai ada yang cari untung sepihak dari kebutuhan siswa,” tegas Thamrin, Jumat (18/7/2025).

Pernyataan itu disampaikan Thamrin setelah viral daftar belanja perlengkapan sekolah dari salah satu sekolah negeri di Berau yang nilainya mencapai Rp1.450.000. 

Daftar tersebut beredar luas di media sosial dan langsung memantik reaksi publik. Banyak orang tua menyayangkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan, meski anak mereka bersekolah di institusi negeri.

Menanggapi kegelisahan masyarakat, Thamrin mengaku pihaknya akan menindaklanjuti dengan langkah konkret. 

Komisi I DPRD Berau bahkan berencana memanggil Dinas Pendidikan untuk meminta klarifikasi langsung.

“Kami ingin tahu, apakah ini ulah segelintir oknum atau memang ada kebijakan di sekolah yang mewajibkan orang tua membeli perlengkapan sesuai daftar itu. Ini perlu juga diluruskan Dinas Pendidikan Berau,” ujarnya.

Thamrin juga menyebut, berdasarkan komunikasi terakhirnya dengan Dinas Pendidikan, program seragam gratis baru akan direalisasikan tahun depan.

Namun, selama belum diberlakukan, ia meminta agar sekolah tidak menjual seragam dengan harga di luar kewajaran.

“Kalaupun hanya tersedia di sekolah, harganya harus rasional. Sekolah jangan mengejar untung, sebaliknya permudah orang tua,” tambahnya.

Dia berharap, ke depan sekolah-sekolah di Berau bisa lebih bijak. Dunia pendidikan semestinya menjadi ruang ramah dan meringankan, bukan malah membebani. (*)