BERAU TERKINI – DPMPTSP Berau mengaku terbuka dengan rencana perusahaan asal Malaysia untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan yakni PLTS.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau memberikan tanggapan positif terkait rencana investasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Berau.

Diketahui, rencana investasi PLTS berkapasitas 50 MW akan digarap investor Malaysia dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat menyambut baik setiap investor yang berminat menanamkan modalnya di sektor energi terbarukan di Berau.

Menurutnya, rencana pembangunan PLTS sejalan dengan kebutuhan dasar masyarakat serta arah kebijakan energi daerah.

“Positif ya. Artinya daerah benar-benar dipercaya oleh investor untuk bisa masuk. Tinggal nanti seperti apa investornya, apakah sudah siap, dan kalau memang serius, kami sangat welcome,” ujarnya pada Berauterkini.co.id, Selasa (2/12/2025).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan masuk ke pihaknya terkait rencana investasi tersebut.

“Belum ada. Tapi kita sangat terbuka untuk investasi. Tidak hanya PLTS saja, semua yang siap masuk akan kita fasilitasi sesuai mekanisme,” katanya.

Terkait kesiapan lokasi, Nanang mengatakan bahwa Berau memiliki beberapa area yang berpotensi untuk pengembangan pembangkit tenaga surya.

Namun penetapan lokasi tetap harus dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait, termasuk PLN sebagai jaringan distribusi.

“PLTS itu sebenarnya banyak tempat yang memungkinkan. Mungkin nanti bisa kita koordinasikan dengan dinas teknis. Karena kalau berhubungan dengan PLN, kita pasti koordinasi juga untuk memastikan kesesuaiannya,” jelasnya.

Nanang memastikan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung penuh investasi energi bersih, terlebih dapat memberikan dampak bagi ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Berau.

“Kita sangat menyambut baik, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Yang jelas, kita siap dan terbuka untuk investor yang serius,” tutupnya.

Wagub Kaltim Seno Aji menerima kunjungan investor asal Malaysia yang berminat membangun PLTS di wilayah Kaltim.

Sebelumnya diberitakan, investor asal Negeri Jiran, Malaysia, menunjukkan ketertarikan serius untuk mengembangkan teknologi energi terbarukan di Kaltim.

Leader Energy Grup, perusahaan listrik asal Malaysia, menyatakan komitmennya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Kabupaten Berau.

Komitmen ini disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, dalam audiensi yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim baru-baru ini.

Nilai investasi untuk tahap awal proyek ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp 1 triliun. Juru bicara Leader Energy, Haga Yudha, mengungkapkan bahwa potensi Kaltim sangat menarik bagi pengembangan energi hijau.

“Potensi pengembangan PLTS di Kaltim menarik untuk kami. Dengan teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan, bisa memberikan pasokan listrik tambahan yang potensial, khususnya untuk mendukung kebutuhan listrik di wilayah terpencil atau kawasan industri,” ungkap Haga Yudha usai audiensi.

Untuk merealisasikan rencana besar ini, Leader Energy Grup tidak berjalan sendiri. Mereka akan membentuk konsorsium dengan menggandeng perusahaan lokal, PT Surya Energi Nusantara.

Rafli Amanda, selaku Strategic Corporate PT Surya Energi Nusantara, menjelaskan detail teknis rencana tersebut.

“Pihak Leader Energy Malaysia dan PT Surya Energi Nusantara akan melebur dan bersama-sama membangun sebuah PLTS yang tahap awal bisa memproduksi 50 megawatt (MW). Nilai investasinya mencapai kurang lebih Rp 1 triliun,” jelas Rafli Amanda.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, merespons positif niat investasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kaltim membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor yang ingin turut membangun daerah, terutama di sektor energi.

“Kami dukung niat investasi ini. Dan tentunya kami membuka pintu bagi investor untuk membangun Kaltim, termasuk investasi di bidang PLTS. Dan tentu saja teknisnya nanti akan dikontrol dan bersinergi dengan PLN sebagai perusahaan listrik negara,” kata Seno Aji. (*/Adv)