BERAU TERKINI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau terus memacu kreativitas desa melalui program hilirisasi komoditas kelapa. 

Saat ini, Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk, dan Kampung Karangan, Kecamatan Biatan, berhasil merintis produk sabun berbahan dasar kelapa dalam.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali gairah produksi di tingkat kampung.

Menurutnya, beberapa wilayah seperti Kampung Merasa, Labanan, dan Long Lanuk sudah mulai jarang melakukan hilirisasi, bahkan Kampung Suaran tercatat belum pernah memulainya.

Oleh karena itu, keberhasilan Giring-Giring dan Karangan diharapkan menjadi pemicu bagi kampung lainnya.

Khusus untuk Kampung Giring-Giring, produk sabun yang dihasilkan kini tengah memasuki babak baru, yakni proses pengajuan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebenarnya, aktivitas produksi sudah berjalan cukup lama, namun sempat terhenti sementara karena harus memenuhi standar dan verifikasi legalitas dari otoritas terkait.

“Nanti tinggal verifikasi, BPOM Provinsi akan verifikasi,” ungkap Tenteram, Rabu (25/2/2026).

Di balik dapur produksinya, produk sabun ini merupakan buah kerja keras ibu-ibu PKK di Kampung Giring-Giring dan Kampung Karangan yang bersinergi dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) setempat.

Inovasi ini diyakini mampu mendongkrak pendapatan asli kampung mengingat seluruh bagian dari pohon kelapa memiliki nilai ekonomis jika diolah dengan tepat.

DPMK Berau berkomitmen bahwa pengembangan produk turunan kelapa ini tidak akan berhenti pada pembuatan sabun saja.

Rencana jangka panjang telah disiapkan untuk memperluas cakupan produk hingga ke sektor pangan dan energi.

“Jadi kami akan rintis lagi, tidak terhenti hanya sampai sabun, tapi nanti sampai minyak kelapa,” tuturnya.

Di wilayah Bidukbiduk sendiri, produksi minyak kelapa sebenarnya sudah mulai berjalan.

Kini, fokus pemerintah daerah adalah membantu para pengrajin dalam meningkatkan standar kualitas agar minyak kelapa yang dihasilkan memiliki masa simpan yang lebih lama dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Tinggal kita nanti tingkatkan lagi kualitas minyak kelapanya itu. Sehingga bisa jadi tahan lama,” pungkasnya. (*)