BERAU TERKINI – DLHK Berau mengungkapkan sejumlah langkah agar Berau bisa meraih sertifikat Adipura.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menargetkan Kabupaten Berau masuk dalam kandidat Adipura.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana mengatakan bahwa untuk saat ini Berau masih di bawah penilaian untuk mendapatkan Piala Adipura.
Meskipun begitu, Mustakim menyebutkan bahwa ia optimis Berau bisa mendapatkan sertifikat Adipura.
“Kita targetnya sertifikat Adipura, kalau piala belum, kan ada sertifikat ada piala. Target kita masih sertifikat Adipura.” kata Mustakim Suharjana kepada Berauterkini.co.id, Selasa (6/1/2026).
Diketahui, pada penilaian Oktober 2025 lalu, skor akhir Kabupaten Berau masih terlampau jauh untuk mendapatkan piala Adipura, karena piala Adipura mengharuskan skor 81.
Sedangkan untuk sertifikat Adipura, pihaknya optimis bisa mendapatkan itu, karena Berau meraih skor 70 di bulan Oktober lalu, mendekati kandidat sertifikat Adipura yaitu 71.
“Jadi kemarin untuk dapat sertifikat Adipura itu rata-rata skornya harus sekitar 71 minimal itu. Nah kita kemarin yang penilaian pertama bulan Oktober itu skornya masih 70 kita,” ujarnya.
“Terus bulan Desember ini kelihatannya skor kita sudah tinggi, mudah-mudahan mencapai di atas skor 71 lah, itu bisa dapat sertifikat. Kalau belum mencapai itu, belum bisa,” tambahnya.

Ia menjelaskan terdapat 17 kriteria yang dinilai untuk mendapatkan sertifikat Adipura, seperti bandara, rumah sakit, jalan, perumahan, pasar, pelabuhan, perkantoran, dan pertokoan.
Di mana pada bulan Oktober lalu, penilaian yang masih rendah berupa TPA, pasar dan pelabuhan, sedangkan yang lain sudah memenuhi target.
Permasalahan Tempat Pembuangan Akhir atau TPA di Berau menjadi salah satu kendala Berau meraih Piala Adipura.
Sebab untuk meraih Piala Adipura, syarat TPA berupa sanitary landfill, sehingga sampah yang dibuang ke TPA itu hanya residu sampah.
“Nunggu TPS-TPS jadi lah, TPS 3R jadi, terus yang dibuang ke TPA nda satu truk utuh kayak gitu, harus terpilah,” ujarnya.
“Kalau piala belum bisa kita, terus terang kalau TPA belum sanitary landfill, agak berat dapat piala Adipura,” ucapnya.
Lebih jauh, Mustakim Suharjana menjelaskan soal relokasi TPA Bujangga yang masih menunggu penyelesaian TPA Pegat Bukur.
Ia mengatakan fasilitas di TPA Pegat Bukur semuanya baru karena kondisi bangunanannya juga baru. Meski demikian, pihaknya tidak banyak mengetahui karena pengadaan proyeknya bukan milik DLHK.
“Itu include di PUPR nanti pengadaannya, proyeknya kan bukan di kami, di PUPR semua,” tutupnya.
