BERAU TERKINI – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) FKIP Universitas Mulawarman (Unmul) membantah keras tuduhan dari pihak kepolisian terkait penemuan puluhan bom molotov di sekretariat mereka. Mereka menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah keji dan upaya kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa.

Bantahan ini merupakan respons langsung terhadap pernyataan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, pada Senin pagi (1/9/2025), yang menyatakan telah mengamankan 27 bom molotov dan 22 mahasiswa dari kampus FKIP Unmul.

Melalui pernyataan sikap resmi, Badan Pengurus Inti HMPS Pendidikan Sejarah mengecam tuduhan tersebut.

“Tuduhan kepemilikan bom molotov adalah sebuah fitnah keji dan upaya sistematis untuk melakukan kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa,” tulis HMPS dalam rilisnya.

HMPS juga memberikan klarifikasi terkait sejumlah temuan lain. Mereka mengakui kepemilikan satu buah bom asap (smoke bomb), namun menegaskan barang tersebut digunakan untuk acara seremonial ospek, bukan untuk aksi kekerasan.

Diduga untuk Aksi Hari Ini, Polisi Amankan Puluhan Bom Molotov di Kampus Unmul
Barang bukti bom molotov yang diduga akan digunakan pada aksi hari ini.

Selain itu, mereka juga menolak stigmatisasi terkait adanya logo Partai Komunis Indonesia (PKI) di sekretariat. Menurut mereka, logo tersebut murni untuk kepentingan diskursus akademik dan materi edukasi kesejarahan, bukan untuk menyebarkan ideologi terlarang.

Di sisi lain, HMPS juga mengecam keras tindakan aparat yang melakukan penggeledahan dan penyitaan di dalam lingkungan kampus tanpa izin dari pimpinan universitas.

“Tindakan represif semacam ini tidak hanya mencederai independensi institusi pendidikan, tetapi juga menciptakan iklim ketakutan,” tegas mereka.

Diberitakan sebelumya, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan jumlah orang yang diamankan dari lokasi kejadian.

“Kami telah mengamankan di TKP sebanyak 22 orang,” kata Hendri Umar.

Ia juga menyatakan bahwa dari puluhan orang tersebut, penyelidikan kini telah mengerucut pada beberapa orang yang diduga sebagai pelaku utama.

“Dari 22 orang ini ada 4 orang yang akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” sambungnya.

Pihak kepolisian meyakini bahwa bom molotov tersebut memang sengaja disiapkan untuk digunakan dalam aksi unjuk rasa yang digelar hari ini.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada sekelompok orang yang telah menyiapkan bom molotov,” tutup Kapolresta. (*)