BERAU TERKINI Badan Pengelola Investasi Danantara diusulkan menggantikan peran Kementerian BUMN.

Kursi Menteri BUMN masih kosong usai Erick Thohir terkena reshuffle Kabinet Merah Putih dan kini menjabat sebagai Menpora.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo akan menunjuk Menteri BUMN definitif pengganti Erick Thohir.

Erick Thohir saat menjadi Menteri BUMN
Erick Thohir saat menjadi Menteri BUMN (Instagram/@KementerianBUMN)

Menurut Prasetyo Hadi sampai saat ini belum ada Menteri BUMN ad interim, adapun pimpinan Kementerian BUMN saat ini masih ada dua wakil menteri yakni Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Aminuddin Ma’ruf.

“Belum (ditunjuk menteri BUMN sementara), saya belum tanda tangan ad interim-nya,” kata Prasetyo Hadi, Rabu (17/9/2025) dikutip dari Beritasatu.

Presiden Prabowo melantik menteri dan wamen Kabinet Merah Putih (YouTube/BPMI Setpres)
Presiden Prabowo melantik menteri dan wamen Kabinet Merah Putih (YouTube/BPMI Setpres)

Di tengah kosongnya Menteri BUMN, pengamat ekonomi Aviliani mengusulkan Kementerian BUMN untuk dibubarkan. Sebagai pengganti peran Kementerian BUMN dalam mengelola BUMN maka bisa dialihkan kepada Danantara.

Dirinya menilai keberadaan Kementerian BUMN saat ini sudah tidak relevan, apalagi dengan kehadiran Danantara.

“Kalau menurut saya, Kementerian BUMN harusnya sudah enggak perlu ada. Mengapa? Karena semua BUMN sekarang sudah masuk ke Danantara,” ujar Aviliani, Rabu (17/9/2025) dikutip dari Beritasatu.

Menurutnya, jika pemerintah memang ingin menjadikan Danantara sebagai lembaga investasi sekelas Temasek Holdings di Singapura, pengelolaan perusahaan BUMN seharusnya terpusat pada satu entitas.

“Kalau sekarang mau masuk ke sana semua, lalu apa dong tugas Kementerian BUMN? Jadi menurut saya dihapuskan saja,” katanya.