BERAU TERKINI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau menggelar pelatihan intensif bagi para petugas perpustakaan untuk mendorong penerapan sistem tata kelola arsip modern berbasis teknologi informasi (TI), yakni Aplikasi INLISLite versi 3.2.
Sekretaris Dispusip Berau, Sunarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan di seluruh wilayah Berau.
“Kami berharap bimbingan ini mampu membantu pengelola perpustakaan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan, sehingga masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah dan berkualitas terhadap koleksi perpustakaan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Efisiensi dan Efektivitas Layanan
Bimbingan Aplikasi INLISLite 3.2 ini berlangsung selama dua hari, 19–20 November 2025, dan diikuti oleh 20 peserta dari perpustakaan khusus, kampung, dan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi mengenai penggunaan INLISLite versi 3.2, sebuah sistem informasi perpustakaan yang mempermudah pengelolaan koleksi, data pengguna, serta layanan sirkulasi.
Yudha menegaskan, INLISLite 3.2 adalah alat penting untuk memperkuat layanan perpustakaan. Dengan pemanfaatan yang tepat, perpustakaan dapat memberikan layanan yang lebih modern, cepat, dan aman.
“INLISLite 3.2 adalah alat penting untuk memperkuat layanan perpustakaan. Dengan pemanfaatan yang tepat, perpustakaan dapat memberikan layanan yang lebih modern, cepat, dan aman,” tegasnya.
Penguatan SDM Jadi Kunci
Selain materi penggunaan aplikasi, narasumber dari Dispusip Berau juga memberikan pelatihan langsung mengenai proses pengolahan buku perpustakaan, mulai dari pengadaan, katalogisasi, hingga penataan koleksi.
Melalui bimbingan ini, Dispusip Berau menargetkan peningkatan efisiensi kerja perpustakaan, perbaikan kualitas layanan, dan optimalisasi pengelolaan koleksi. Semua tujuan tersebut diharapkan mampu mendorong perpustakaan untuk lebih siap bertransformasi menghadapi kebutuhan informasi masyarakat yang terus berkembang.
Yudha berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengelolaan perpustakaan di kampung, sekolah, dan unit layanan lainnya, sehingga mutu literasi masyarakat Berau dapat terus meningkat. (Adv)
