TANJUNG REDEB – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menegaskan sebuah paradigma baru dalam upaya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut mereka, memajukan UMKM adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi aktif dari semua pihak, bukan hanya tugas satu dinas saja.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengakui bahwa dukungan konvensional seperti pelatihan dan bantuan alat yang selama ini diberikan belum cukup untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada.
Oleh karena itu, pihaknya kini proaktif menjalin komunikasi untuk mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain serta pihak ketiga untuk ikut terlibat.
“Kita terus menjalin komunikasi baik dengan OPD lain maupun pihak ketiga, agar produk-produk lokal kita juga bisa mendapatkan support lebih,” terang Eva.
Ia mencontohkan kesuksesan produk olahan ikan kaleng di Berau sebagai bukti nyata kekuatan kolaborasi. Inovasi yang menjadi produk ikan kaleng pertama di Kaltim tersebut lahir dari UMKM yang berada di bawah binaan Dinas Perikanan.
“Seperti inovasi yang dihasilkan oleh UMKM di bawah binaan Dinas Perikanan Berau kemarin ya,” tambahnya.
Contoh tersebut, kata Eva, membuktikan bahwa OPD lain yang memiliki keahlian teknis spesifik dapat memberikan dampak luar biasa jika turut serta dalam pembinaan. Ia menekankan bahwa setiap dinas memiliki perannya masing-masing.
“UMKM bukan hanya milik Diskoperindag. Bahkan yang lebih paham potensi kampung adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK),” tegasnya. (Adv/aya)
