BERAU TERKINI – Diskominfo Berau menyampaikan realisasi kinerja dan serapan anggaran di tahun 2025.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau memastikan seluruh program layanan publik tetap berjalan optimal meski realisasi penyerapan anggaran tahun 2025 berada di angka sekitar 90 persen.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menyampaikan bahwa dari total pagu anggaran sebesar Rp 35,66 miliar, realisasi keuangan mencapai Rp 30,56 miliar.

Sisa anggaran yang tidak terserap, didominasi pada belanja pegawai, khususnya belanja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), lantaran pada tahun anggaran berjalan tidak terdapat PPPK yang masuk atau ditempatkan di Diskominfo Berau.

“Meski ada sisa anggaran dan pengembalian dana, pelaksanaan seluruh program Diskominfo Berau tetap berjalan sesuai rencana,” tegas Didi.

Ia menjelaskan, secara umum tidak terdapat hambatan berarti dalam proses penyerapan anggaran.

Namun, terdapat beberapa komponen belanja yang mengalami kelebihan sehingga harus dilakukan pengembalian dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Didi Rahmadi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Didi Rahmadi.

Terkait program penyediaan 500 titik WiFi gratis pada tahun 2025, realisasinya mencapai 487 titik. Selisih dari target tersebut turut menjadi salah satu faktor adanya pengembalian anggaran.

“Seluruh program utama Diskominfo Berau tetap terealisasi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Didi juga mengakui bahwa secara persentase, realisasi anggaran tahun 2025 mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun penurunan tersebut hanya sekitar 0,2 persen dan masih berada dalam kategori baik.

Untuk tahun anggaran 2026, Diskominfo Berau memastikan sejumlah layanan publik akan tetap berlanjut. Di antaranya penyediaan WiFi gratis serta kegiatan publikasi informasi melalui videotron.

“Kami akan berupaya maksimal agar penyerapan anggaran tahun ini dapat dilakukan secara optimal, seiring dengan peningkatan kualitas layanan informasi dan digital kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)