BERAU TERKINI — Diskominfo Berau akui tidak bisa melacak ASN yang bermain judol, namun tegaskan semua website dan aplikasi Pemkab Berau aman dari akses judi online.
Di tengah maraknya kasus judi online (judol) di berbagai daerah, Diskominfo Berau memastikan bahwa seluruh aplikasi milik Pemkab Berau dalam kondisi aman dan bersih dari akses situs maupun web judol.
Meski begitu, Diskominfo mengakui tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi siapa saja ASN yang bermain, karena aktivitas tersebut berada di luar kewenangan pengawasan mereka.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rakhmadi, menyebut pihaknya hanya bertanggung jawab pada keamanan sistem dan aplikasi pemerintah daerah, bukan memantau perilaku individu.
Pengawasan terhadap ASN, kata dia, dilakukan langsung oleh masing-masing dinas melalui atasan berjenjang.
“Kami tidak pernah tahu siapa yang main. Indikasi mungkin ada, tapi tidak bisa kami deteksi karena itu aktivitas personal,” ujarnya pada Berauterkini.co.id
Didi menilai keterlibatan ASN dalam aktivitas judol akan sangat merugikan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan kerja. Karenanya, ia berharap seluruh ASN menjauhi praktik tersebut.
Untuk pencegahan, Diskominfo Berau telah menggencarkan sosialisasi lewat Videotron, kanal Pemkab, pesan berantai WhatsApp, hingga apel rutin. Aturan larangan judi juga telah tertuang jelas dalam UU ASN.
Di sisi lain, keamanan aplikasi pemerintah daerah dipastikan tetap terjaga.
Tahun ini tidak ada situs berbahaya yang perlu diblokir, dan hasil Penetration Test (PENTEST) yang dilakukan pada Juli–Agustus juga menunjukkan kondisi sistem berjalan aman.
“Alhamdulillah aplikasi pemerintah daerah aman. Yang lain kami tidak tahu, tapi yang kami kelola sudah dicek dan bersih,” tutupnya.(*)
