BERAU TERKINI– Produk olahan ikan di Berau cukup beragam, tiap daerah baik di pesisir maupun di kepulauan memiliki potensinya masing-masing.

Kabupaten Berau memiliki potensi besar pada sektor perikanan, tidak hanya dari hasil tangkapan laut, tetapi juga dari beragam produk olahan yang tersebar hampir di seluruh wilayah pesisir hingga kepulauan.

Mulai dari terasi, ikan kering, hingga frozen food, masing-masing memiliki kekhasan dan komoditas unggulan.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau melalui Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan, Dewi Rosita, menjelaskan bahwa pengembangan produk olahan perikanan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

“Setiap wilayah memiliki karakter dan produk unggulan masing-masing. Ini menjadi kekuatan Berau karena ragam produknya sangat beragam, baik yang berbasis tradisional maupun olahan modern,” ujar Dewi Rosita

Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Diskan Berau Dewi Rosita (Diva/BT)
Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Diskan Berau Dewi Rosita (Diva/BT)

Ia merincikan, produk terasi diproduksi di wilayah Pegat Batumbuk, Karangan, Batu Putih, Tabalar Muara, dan Buyung-Buyung.

Sementara ikan kering tersebar luas di Balikukup, Batu Putih, Kasai, Tanjung Batu, Pegat Batumbuk, Tabalar Muara, Buyung-Buyung, Semurut, Karangan, Talisayan, Dumaring, Derawan, Biduk-Biduk, hingga Bohesilian.

Untuk teri kering, sentra produksinya berada di Tanjung Batu, Talisayan, dan Batu Putih.

Adapun ikan beku berkembang di Sambaliung, Tanjung Redeb, dan Talisayan. Produk teripang kering diproduksi di Derawan dan Batu Putih, dengan jaringan pemasaran hingga Balikpapan.

“Selain itu, pengolahan surimi juga cukup berkembang, terutama di Pegat Batumbuk, Tanjung Batu, Talisayan, Gurimbang, Suaran, Tanjung Redeb, dan Maratua,” jelasnya.

Ragam produk olahan perikanan Berau (Ist)
Ragam produk olahan perikanan Berau (Ist)

Produk olahan lainnya seperti kerupuk ikan tersebar di Semanting, Kasar, Tanjung Batu, Talisayan, Pegat Batumbuk, Buyung-Buyung, Tabalar Muara, Tanjung Redeb, dan Pilanjau. Ebi diproduksi di Pegat Batumbuk, Semurut, Buyung-Buyung, serta Tabalar Muara.

Sementara itu, amplang menjadi produk unggulan di Teluk Semanting, Tanjung Batu, Tanjung Redeb, Talisayan, Maratua, Gurimbang, dan Pilanjau.

Untuk frozen food, produksinya tersebar di Tanjung Batu, Derawan, Talisayan, Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur, Maratua, dan Gurimbang.

“Produk lain seperti abon ikan, berkembang di Tanjung Redeb, Tanjung Batu, Talisayan, Biduk-Biduk, dan Suaran. Sedangkan ikan asap diproduksi di Tanjung Redeb dan Maratua,” tambah Dewi.

Dewi Rosita menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas produk melalui pendampingan, pembinaan mutu, perizinan, serta penguatan kemasan dan pemasaran agar produk perikanan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami ingin produk perikanan Berau tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tapi juga memiliki daya saing di tingkat regional hingga nasional,” pungkasnya.(*)