BERAU TERKINI – Praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak kembali menjadi isu genting di perairan Kabupaten Berau.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Berau, Maulidiyah, mengungkapkan, pengawasan rutin di wilayah laut menghadapi tantangan serius.

Pasalnya, aksi pelaku bom ikan semakin lihai menghindari patroli petugas.

Maulidiyah membenarkan, sempat ada dua pelaku yang tertangkap pada Juni 2025.

Namun, dua bulan terakhir, temuan nihil karena para pelaku memiliki skill memantau pergerakan petugas.

“Mereka ini pintar memantau pergerakan kami. Karena itu, kadang kami juga harus menggunakan kapal nelayan untuk memantau aktivitas mencurigakan di laut,” ungkap Maulidiyah, menjelaskan taktik undercover yang mereka terapkan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim.

Meskipun pengawasan ini rutin dilakukan setiap tiga hingga empat hari dalam sebulan di wilayah 0–12 mil, Maulidiyah menegaskan komitmen Diskan untuk terus menjaga perairan dari praktik ilegal. 

Pihaknya pun berharap nelayan dan masyarakat bisa membantu dengan aktif melapor jika melihat aktivitas bom ikan.

Selain masalah bom ikan, Diskan Berau juga menyoroti isu krusial lain, yakni keselamatan nelayan, menyusul insiden tenggelamnya kapal di perairan Talisayan, beberapa waktu lalu.

Maulidiyah menjelaskan, pihaknya selalu mengacu pada informasi cuaca dari BMKG sebelum memberikan izin melaut. Namun, faktor alam seringkali tak terduga.

“Kami hanya mengizinkan nelayan melaut saat kondisi aman. Tapi kadang cuaca di laut bisa berubah tiba-tiba, seperti yang terjadi kemarin. Ombak besar datang mendadak saat subuh,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap kapal nelayan sebenarnya sudah dilengkapi dengan peralatan keselamatan dan Vessel Monitoring System (VMS) yang dapat mengirim sinyal darurat.

Sayangnya, dalam insiden terakhir, nelayan tidak sempat menekan tombol darurat karena situasi panik dan posisi alat yang berada di ruang nakhoda.

Maulidiyah menyatakan, pembangunan alat deteksi bencana di wilayah pesisir sangat mungkin dilakukan karena penting bagi keselamatan nelayan.

“Semua tergantung kesiapan kita untuk menganggarkan. Ini penting untuk keselamatan nelayan, karena mereka adalah pahlawan kita yang menyuplai hasil laut untuk kebutuhan nasional,” pungkasnya. (*/Adv)