TANJUNG REDEB – Karekteristik tanaman kelapa memiliki peluang menjadi komoditas unggulan di Berau.
Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, terus mendorong pengembangan tanaman kelapa sebagai komoditas unggulan daerah, selain kakao yang selama ini telah menjadi andalan.
Kepala Disbun Berau, Lita Handini mengatakan bahwa strategi itu dilakukan untuk memperkuat sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Lita Handini menilai bahwa tanaman kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai kecamatan di Berau, terutama di wilayah pesisir dan lahan kering yang kurang cocok untuk komoditas lain.
“Kelapa menjadi salah satu tanaman yang adaptif dengan kondisi lahan dan iklim di Berau. Oleh karena itu, Pemkab Berau bersama Disbun menetapkan kelapa sebagai komoditas unggulan kedua setelah kakao,” ujarnya saat dihubungi Berauterkini.co.id, Kamis (21/8/2025).
Dia menuturkan bahwa langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penyediaan bibit unggul, pelatihan bagi petani, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.
Ditambah, Disbun Berau juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga penelitian dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai pasok kelapa dari hulu hingga hilir.

“Pengembangan kelapa tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada nilai tambah melalui pengolahan hasil panen menjadi produk turunan seperti minyak kelapa, santan, hingga kerajinan tempurung kelapa,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pemkab Berau juga telah menyusun roadmap atau peta jalan untuk tanaman kelapa ini selama lima tahun. Di mana, targetnya soal penambahan luas lahan dengan melakukan pembukaan lahan baru, serta menambah bibit.
“Sehingga dengan penambahan bibit itu dihrapkan luasan tanaman kelapa bisa bertambah. Dan untuk tanaman kelapa yang lama, kita melakukan upaya-upaya supaya produksinya lebih meningkat. Tapi kalau kelapa itu tidak produksi, yang penting dirawat saja,” ungkap Lita Handini.
Terkait hama, Disbun Berau terus memberikan bantuan atau insentif obat-obatan kepada para seluruh petani kelapa. Dengan begitu, Lita Handini berharap tanaman kelapa bisa lebih berkembang lagi pada tahun ini.
Adapun luas lahan kelapa di Berau, Lita sebut sekitar 3.000 hektare lebih. Pada tahun ini, pemerintah daerah menargetkan perluasan areal tanam kelapa hingga 500 hektare di sejumlah wilayah potensial, seperti Kecamatan Biduk-Biduk, Talisayan, dan Pulau Derawan.
Disbun Berau juga tengah menyusun peta komoditas untuk mendukung penataan kawasan berbasis potensi unggulan, termasuk di dalamnya tanaman kelapa. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk perkebunan Berau di pasar lokal maupun nasional.
Dengan strategi yang terintegrasi, pengembangan kelapa diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis agribisnis di Kabupaten Berau.
