BERAU TERKINI – Upaya optimalisasi wisata Berau dilakukan dengan menggandeng banyak pihak termasuk Pokdarwis.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menggelar Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat kapasitas, kompetensi, dan jejaring pengelola destinasi wisata di daerah.

Kepala Disbudpar Betau melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan jambore ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Pokdarwis sekaligus memperkuat koordinasi antar kelompok pengelola wisata.

“Tujuan utama jambore ini adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi Pokdarwis dalam mengelola dan mengembangkan destinasi wisata, memperkuat silaturahmi dan koordinasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi,” ujar Samsiah.

Ia menyebutkan, sebanyak 34 Pokdarwis se Kabupaten Berau terlibat sebagai peserta dalam Jambore Pokdarwis 2025. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga ruang belajar dan berbagi praktik baik antar Pokdarwis.

Dalam jambore tersebut, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari kompetisi empat kategori, yakni Best Presentasi, Best Produk Wisata (Paket Wisata), Best Ekraf dan UMKM, serta Best Sosial Media dengan total hadiah sebesar Rp20 juta.

Selain itu, seluruh peserta mendapatkan penguatan kapasitas melalui sejumlah materi, di antaranya videografi untuk konten media sosial, guiding dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), praktik guiding dan storytelling, serta sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita juga ada kegiatan outbond yang dilaksanakan di Coconut Garden Mangurai,” terangnya.

Menurut Samsiah, jambore ini mengusung semangat kebersamaan melalui tema “Pokdarwis Kompak Wisata Berdampak, Pokdarwis Solid Pelayanan Valid, Pokdarwis Action Destinasi Progression.”

Tema tersebut diharapkan mampu memacu Pokdarwis untuk lebih aktif, inovatif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

“Kompetensi yang ingin kami perkuat itu pengelolaan destinasi wisata, pemahaman peran dan tanggung jawab Pokdarwis, kemampuan kolaborasi dan koordinasi, dan pengembangan kreativitas serta inovasi berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Samsiah mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi Pokdarwis, di antaranya keterbatasan amenitas di beberapa destinasi, kapasitas sumber daya manusia yang belum merata, serta belum optimalnya dukungan dari pemerintah kampung di beberapa wilayah.

“Semangat Pokdarwis sebenarnya luar biasa. Tapi, masih dibutuhkan penguatan, termasuk skill mitigasi bencana, inovasi, dan kreativitas dalam pengelolaan destinasi wisata,” tambahnya.

Melalui Jambore Pokdarwis 2025 ini, pihaknya berharap Pokdarwis memiliki kapasitas yang lebih baik, jejaring yang semakin kuat, serta mampu bersinergi secara optimal dengan pemerintah kampung, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Harapannya, Pokdarwis dapat menjadi motor penggerak pembangunan pariwisata Berau yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tuturnya.(*)