BERAU TERKINI – Darma Festival Teater diharapkan mampu menjadi wadah dan ajang berkesenian teater bagi anak muda di Berau.

Seni teater mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) unggulan, khususnya sub sektor seni pertunjukan di Kabupaten Berau. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Lomba Teater tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Berau, yang digelar pada 26–29 September di Gedung Busak Mallur, Tanjung Redeb.

Kegiatan ini diikuti 13 kelompok peserta, terdiri dari tujuh perwakilan SMA dan enam dari SMP. Antusiasme para pelajar menjadi bukti bahwa teater masih memiliki tempat di hati generasi muda, meski di tengah derasnya arus digitalisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, melalui Bidang Usaha Jasa Wisata dan Ekonomi Kreatif, menegaskan pentingnya festival ini sebagai ruang bagi anak-anak dan pelajar.

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana anak-anak bisa menyalurkan minat dan bakatnya. Teater bukan hanya hiburan, tetapi juga media pendidikan yang mampu membentuk karakter, melatih disiplin, dan meningkatkan rasa percaya diri,” ujarnya.

Disbudpar Berau gelar Festival Teater tingkat pelajar (Dok. Disbudpar Berau)
Disbudpar Berau gelar Festival Teater tingkat pelajar (Dok. Disbudpar Berau)

Apalagi saat ini banyak anak-anak lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget. Kondisi ini membuat kesenian teater semakin jarang ditampilkan dan mulai terasa asing bagi generasi sekarang.

Oleh karena itu, kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas fenomena tersebut. Lewat pertunjukan, diskusi, dan kompetisi antar grup teater, festival ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan terhadap seni teater.

Ilyas menambahkan, teater juga punya peran penting dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Seni pertunjukan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Berau.

“Dengan festival ini, kami ingin meningkatkan daya saing SDM pariwisata dan ekonomi kreatif di Berau. Anak-anak yang tampil di panggung bukan hanya belajar seni, tapi juga berkontribusi mempromosikan daerah,” jelasnya.

Selain pengalaman berharga, peserta festival juga berkesempatan mendapatkan apresiasi berupa sertifikat, hadiah, hingga trofi yang bermanfaat untuk perjalanan pendidikan mereka.

Sementara itu, Plt Asisten II Setkab Berau, Warji, menuturkan bahwa sinergitas seluruh pelaku ekraf sangat dibutuhkan agar seni teater bisa terus berkembang.

Menurutnya, seni teater sebagai bagian dari seni pertunjukan memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya.

“Seni teater ini menjadi salah satu sektor penunjang dari seni pertunjukan, video, dan film yang menjadikan seni peran sebagai elemen utama. Kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selain sebagai sarana ekspresi, teater juga bisa menjadi daya tarik wisata yang khas dan unik dari Kabupaten Berau. Karena itu, dukungan para guru dan pembina sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak-anak yang memiliki bakat di bidang ini.

Tema “Merdeka dalam Berkarya” dipilih sebagai semangat agar generasi muda tidak ragu menyalurkan ide-ide segar.

“Harapan kami, festival ini terus menjadi ruang ekspresi anak muda. Dari sini lahir gagasan, inovasi, dan semangat baru untuk memajukan seni dan kebudayaan di Kabupaten Berau,” tutupnya.(*)