BERAU TERKINI – Museum Batubara Teluk Bayur ditargetkan mulai dibuka pada bulan Juli mendatang.

Disbudpar Berau menargetkan Museum Batubara Teluk Bayur dapat beroperasi pada tahun 2026 ini.

Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus dokumentasi perjalanan panjang industri batubara di Kabupaten Berau.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata yang diwakili Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan konsep pembukaan dan pengisian materi museum.

Kondisi terkini Gedung Kamar Bola atau Museum Batu bara Teluk Bayur (Fawdi/BT)
Kondisi terkini Gedung Kamar Bola atau Museum Batu bara Teluk Bayur (Fawdi/BT)

Menurut Andi, Disbudpar Berau akan menggandeng perusahaan-perusahaan batu bara untuk berkolaborasi dalam melengkapi koleksi museum.

Konsepnya, museum tidak harus menunggu seluruh isi dan fasilitas sempurna untuk dibuka ke publik.

“Kita target buka Juli. Kita mengundang perusahaan batu bara untuk bersama-sama berkontribusi. Tidak perlu menunggu semuanya lengkap,” ujar Andi Nursyamsi.

“Misalnya mereka membuat etalase dulu atau menampilkan dokumentasi dan peralatan, yang penting sudah ada yang bisa ditunjukkan kepada pengunjung,” tambahnya.

Ia menegaskan, konsep pengembangannya akan dilakukan secara bertahap. Jika ke depan tersedia anggaran tambahan, maka penataan dan kelengkapan isi museum akan terus disempurnakan.

“Kalau nanti ada anggaran, kita bisa keluarkan lagi koleksinya, kita tata ulang, dan kita kembangkan lebih baik. Jadi sifatnya kolaborasi,” jelasnya.

Gedung Kamar Bola atau Museum Batu bara Teluk Bayur (Fawdi/BT)
Gedung Kamar Bola atau Museum Batu bara Teluk Bayur (Fawdi/BT)

Museum Batubara Teluk Bayur nantinya akan menampilkan perjalanan sejarah pertambangan batu bara, mulai dari masa awal yang masih menggunakan peralatan manual hingga era modern dengan teknologi yang semakin canggih.

Sejarah perkembangan batubara tersebut akan menjadi daya tarik utama sekaligus sarana pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat umum.

Disbudpar Berau berharap museum ini dapat menjadi destinasi wisata sejarah baru yang tidak hanya memperkenalkan sejarah industri tambang, tetapi juga memperkaya ragam destinasi wisata Berau berbasis sejarah dan industri di Kabupaten Berau.(*)