BERAU TERKINI — Museum Batiwakkal sebagai salah satu tonggak wisata sejarah di Kabupaten Berau tengah menghadapi tantangan serius.
Data terbaru mengungkapkan adanya penurunan tren kunjungan yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir, di mana jumlah wisatawan tercatat berkurang hingga lebih dari 1.600 orang.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan kembali pesona wisata di kawasan Gunung Tabur.
Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, kehadiran atraksi penunjang, seperti wisata susur sungai dan Pasar Barambang, merupakan bagian dari strategi untuk memperkenalkan kekayaan sejarah di wilayah tersebut.
“Hanya saja memang kita butuh promosi yang lebih baik gitu ya,” ujar Samsiah, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, penguatan promosi digital menjadi keharusan. Disbudpar berencana mengoptimalkan pembuatan konten video yang lebih menarik serta berkolaborasi dengan para influencer.
Para pembuat konten ini diharapkan dapat berkontribusi mempopulerkan kembali Museum Batiwakkal maupun Keraton Sambaliung.
Terlebih, saat ini, momentumnya sangat tepat seiring dengan pengangkatan Sultan Raja Alam sebagai pahlawan nasional dan ikon kebanggaan Berau.
“Apalagi ini kan sedang diangkat Sultan Raja Alam ya untuk dijadikan pahlawan, kemudian juga sebagai ikon ya, ikon Berau,” jelas Samsiah.
Selain faktor promosi luar, Samsiah menambahkan, pembenahan internal di dalam museum juga menjadi prioritas.
Pihaknya mendorong Bidang Kebudayaan untuk lebih intensif mempercantik isi museum, mulai dari penataan koleksi dan peningkatan kualitas pelayanan.
Selain itu, perlu penguatan aspek storytelling atau narasi sejarah agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan dan edukatif.
“Ini mungkin dari bidang kebudayaan lebih konsen lagi ke situ, nanti dari dinas akan memberikan input seperti itu,” tutupnya. (*)
