BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus melakukan evaluasi mendalam serta penyesuaian Standar Operasional Prosedur (SOP).
Hal itu dilakukan guna memastikan pengelolaan destinasi wisata berjalan optimal selama libur Lebaran.
Langkah ini diambil karena SOP dinilai sebagai fondasi utama agar pelayanan di lapangan dapat berjalan sebagaimana mestinya dan memberikan rasa aman bagi pengunjung.
Keberadaan SOP dianggap krusial dalam menunjang keamanan dan kenyamanan, dengan catatan seluruh pihak, terutama pengelola destinasi yang diprediksi akan dibanjiri wisatawan, patuh terhadap aturan tersebut.
Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menjelaskan, pada prinsipnya, pengelolaan daya tarik wisata tetap mengacu pada standar keselamatan dan pelayanan nasional yang berlaku.
Disbudpar saat ini berfokus pada evaluasi pengaturan arus pengunjung serta peningkatan kualitas layanan di setiap titik wisata.
Samsiah juga mengeluarkan imbauan tegas agar setiap destinasi memajang papan informasi SOP secara terbuka, sehingga dapat dibaca dan dipatuhi oleh seluruh pengunjung yang datang.
“Terutama dalam pengaturan pengunjung dan peningkatan kualitas layanan, di setiap destinasi wisata agar memajang SOP Pengunjung,” ujar Samsiah.
Guna memastikan kepatuhan para pelaku usaha pariwisata terhadap standar yang telah ditetapkan, Disbudpar secara aktif melakukan koordinasi dan sosialisasi intensif.
Samsiah menegaskan, pengawasan akan dilakukan secara berkala dan ketat sepanjang periode libur Lebaran agar tidak ada standar keselamatan yang terabaikan di tengah keramaian.
“Pengawasan juga dilakukan secara berkala agar standar pelayanan dan keselamatan tetap terjaga selama periode libur Lebaran,” jelasnya.
Selain fokus pada aspek manajerial, Disbudpar juga menyoroti pentingnya keterlibatan pelaku UMKM lokal dalam menyemarakkan aktivitas wisata selama liburan.
Kehadiran pedagang kuliner khas, pengrajin aksesori, dan penyedia produk lokal lainnya dianggap sebagai daya tarik tambahan yang memberikan nilai lebih bagi wisatawan.
Pemerintah daerah berharap wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam Berau, tetapi juga mencicipi kekayaan kuliner dan membawa pulang kerajinan khas daerah sebagai buah tangan.
“Pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan UMKM agar wisatawan juga dapat menikmati kekayaan produk khas daerah,” pungkasnya. (*)
