BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mulai melirik potensi besar di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, yang direncanakan akan dikembangkan menjadi destinasi wisata hutan anggrek.

Langkah pengembangan ini bermula dari temuan literasi yang luar biasa, di mana Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tubaan berhasil menyusun buku yang mendokumentasikan seluruh jenis anggrek yang tumbuh alami di hutan kampung tersebut.

Penemuan ini menjadi pembuka jalan bagi pemerintah untuk menggali lebih dalam kekayaan flora yang selama ini tersembunyi.

Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keberagaman hayati yang ditemukan di wilayah tersebut.

Menurutnya, potensi ini merupakan aset unik yang belum banyak tersentuh dan memiliki nilai jual tinggi di sektor pariwisata minat khusus.

“Ternyata kita baru tahu bahwa anggrek di Berau itu sangat banyak. Nah ini sesuatu yang unik ya, sesuatu yang beda,” ungkap Samsiah, Kamis (26/2/2026).

Keseriusan pemerintah dalam menggarap potensi ini dibuktikan dengan rencana peninjauan lapangan yang melibatkan berbagai pihak.

Disbudpar Berau akan menggandeng jaringan mitra pariwisata, komunitas pendaki, hingga akademisi dari Universitas Muhammadiyah Berau untuk membedah potensi serta aspek keberlanjutan hutan anggrek tersebut.

“Insya Allah setelah lebaran kita akan turun ke lapangan,” ucap Samsiah.

Samsiah optimistis, hutan anggrek ini akan menjadi primadona baru, terutama bagi para wisatawan yang mencari ketenangan atau sekadar ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Dengan tren healing di alam terbuka yang tengah populer, Kampung Tubaan diprediksi mampu menarik minat pencinta bunga dan petualang hutan.

“Mudah-mudahan ini nanti bisa menjadi salah satu daya tarik wisata minat khusus yang baru, bagi pencinta bunga, pencinta healing di hutan. Ini kan sekarang lagi tren healing di hutan,” pungkasnya. (*)