BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau membangun pos jaga di kawasan Tepian Ahmad Yani sebagai upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban di salah satu kawasan wisata kuliner favorit masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui Staf Teknis Andi, menjelaskan bahwa selama ini kawasan tepian belum memiliki pos jaga sama sekali.

Padahal, kawasan tersebut aktif sebagai pusat wisata kuliner yang beroperasi dari sore hingga malam hari, sehingga cukup rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Potensi kerawanan itu seperti perselisihan pengunjung, keributan, hingga orang mabuk. Dengan adanya pos jaga, diharapkan pengawasan bisa lebih optimal,” jelas Andi pada Berauterkini.co.id

Selain faktor keamanan, penempatan pos jaga juga telah dirancang agar tidak mengganggu estetika kawasan tepian. Pos dibangun sebelum tikungan, menyesuaikan dengan landmark tulisan Berau yang sudah ada, sehingga tetap terlihat menarik saat difoto.

“Desainnya menyesuaikan konsep tepian yang sekarang. Pos ini tidak memakan seluruh ruang jalan, masih ada ruang pejalan kaki sekitar 1,05 meter di depan pos,” tambahnya.

Lebar pos jaga sendiri hanya sekitar tiga meter. Keberadaan pos ini juga diharapkan dapat mengatasi persoalan parkir kendaraan berat yang kerap terjadi, terutama pada pagi hingga siang hari.

Selama ini, truk sering berjejer di kawasan tersebut hingga merusak pemandangan, bahkan beberapa kali menabrak landmark tulisan Berau.

“Dengan adanya pos jaga, setidaknya kondisi itu bisa dicegah. Teman-teman di PU juga sudah beberapa kali memperbaiki landmark karena tertabrak,” ujarnya.

Sudut Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Berau
Sudut Tepian Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Berau (Fawdi/BT)

Pos jaga tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan (AC) agar petugas nyaman saat berjaga. Pos ini dapat dimanfaatkan oleh Satpol PP maupun petugas terkait lainnya untuk beristirahat dan memantau kawasan.

Terkait pengelolaan, Andi menyebutkan bahwa secara aset bangunan, pos jaga sementara akan tercatat di Disbudpar Berau. Namun untuk operasional ke depan, akan dilakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dengan Satpol PP.

“Pengelolaannya nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut, apakah secara kolaborasi atau mekanisme lain, menyesuaikan arahan pimpinan karena ini lintas OPD,”terangnya.

Pembangunan pos jaga ini juga mendapat dukungan dari para pedagang yang berada di kawasan tersebut.

Mereka menyambut baik keberadaan pos jaga karena dinilai dapat membantu menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas di area wisata kuliner tepian.

“Para pedagang yang kami temui sangat mendukung dan bahkan berterima kasih, karena keberadaan pos jaga ini memberi rasa aman bagi mereka,” pungkasnya.(*)