BERAU TERKINI – Ribuan turis mengunjungi destinasi wisata sejarah di Berau yakni Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung.
Sektor wisata budaya dan sejarah di Kabupaten Berau mencatat tren positif sepanjang tahun 2025.
Dua destinasi unggulan, yakni Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung, menunjukkan tingginya minat kunjungan turis, baik wisatawan domestik maupun turis asing.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan bahwa Museum Batiwakkal tetap menjadi salah satu tujuan wisata budaya paling diminati.
Di mana, hingga tahun berjalan 2025, museum yang menyimpan jejak sejarah Kesultanan Gunung Tabur itu mencatat 2.648 wisatawan domestik dan 10 wisatawan asing.
“Museum Batiwakkal selalu menjadi pilihan wisatawan yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Berau. Antusiasme pengunjung masih stabil dan menunjukkan bahwa museum tetap relevan sebagai destinasi edukatif,” ujar Ilyas Natsir.

Sementara itu, Keraton Sambaliung yang berada di tepi Sungai Kelay juga menunjukkan angka kunjungan yang tinggi, dengan 2.641 wisatawan domestik dan 21 wisatawan asing.
Menurutnya, keberadaan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Sambaliung ini terus menarik perhatian wisatawan karena nilai budaya dan arsitekturnya.
Dia menjelaskan, tarif retribusi kedua destinasi tersebut tetap mengacu pada aturan yang berlaku, yakni Rp10.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.
Pendapatan dari retribusi ini digunakan untuk mendukung pemeliharaan kawasan, peningkatan fasilitas, serta penguatan program edukasi sejarah.
“Kami terus mendorong agar museum dan keraton tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat pembelajaran budaya. Retribusi yang masuk akan kembali untuk perawatan dan peningkatan kualitas layanan bagi pengunjung,”Terangnya. (*/Adv)
