BERAU TERKINI – Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengonfirmasi satu kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) telah terjadi di Kabupaten Berau.

Kasus ini menjadi bagian dari total 11 kematian yang tercatat di seluruh kabupaten/kota di Kaltim akibat wabah DBD tahun ini.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa hingga akhir Agustus 2025, total kasus DBD di Kaltim telah mencapai angka 3.647. Lima daerah, termasuk Balikpapan dan Samarinda, ditetapkan dalam kategori waspada tinggi.

“Dengan perkembangan data terkini, maka harus kita sikapi serius,” kata Jaya, Rabu (24/9/2025) kemarin.

Ia menjelaskan, salah satu pemicu utama terjadinya kematian dalam kasus DBD adalah keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan medis.

“Salah satu evaluasi menemukan bahwa keterlambatan diagnosis menjadi pemicu utama kematian,” jelas Jaya.

Oleh karena itu, Dinkes telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk tidak menunda pemeriksaan bagi setiap pasien yang menunjukkan gejala demam.

Namun, Jaya Mualimin kembali mengingatkan bahwa kunci utama pengendalian wabah ini berada di tangan masyarakat itu sendiri melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus.

“Kunci utama pengendalian DBD adalah peran aktif masyarakat,” tutupnya. (*)