BERAU TERKINI – Gerakan Pangan Murah hingga penyaluran beras SPHP disebut berkontribusi dalam penurunan harga beras di Berau.
Dinas Pangan Kabupaten Berau mengumumkan bahwa harga beras di wilayah tersebut mulai menunjukkan penurunan pada pekan kedua September 2025.
Penurunan ini terjadi baik pada kategori beras premium maupun beras medium, seiring dengan upaya pemerintah dalam menstabilkan harga pangan jelang akhir tahun.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa harga beras premium yang sebelumnya sempat melonjak hingga mencapai Rp 18.000 – Rp 20.000 per kilogram, kini mulai turun dan berada di kisaran Rp16.000 – Rp17.000 per kilogram.
Sementara itu, untuk beras medium, dari harga sebelumnya Rp 16.750 per kilogram, saat ini telah menurun menjadi Rp 15.500 per kilogram.
“Penurunan harga ini salah satunya dipicu oleh Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kami gencarkan bersama berbagai pihak, serta penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dari Bulog yang terus berjalan secara intensif di Berau,” ungkap Rakhmadi saat dikonfirmasi pada Rabu (17/9/2025).
Ia menambahkan bahwa penurunan harga diprediksi akan terus berlanjut secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini didukung oleh kondisi stok beras yang cukup aman di gudang Bulog, serta fakta bahwa Bulog saat ini sudah tidak lagi menyerap beras dari petani lokal, karena target penyerapan nasional telah terpenuhi.
“Dengan stok yang cukup dan distribusi yang lancar, kami optimis bahwa tren penurunan harga ini bisa berlanjut. Apalagi Gerakan Pangan Murah masih akan terus dijalankan hingga Desember 2025, dan ini tentu sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau,” jelasnya.

Selain GPM dan distribusi beras SPHP, ia bilang, Dinas Pangan Berau juga menyiapkan strategi tambahan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Di antaranya yakni, dengan melakukan pemantauan rutin dan evaluasi harga di pasar-pasar tradisional, guna memastikan tidak ada penimbunan atau spekulasi harga oleh pedagang.
Kemudian, Dinas Pangan juga melakukan koordinasi dengan Bulog dan distributor pangan lokal, untuk menjaga kelancaran pasokan ke seluruh wilayah kecamatan di Berau.
“Kami juga melakukan peningkatan frekuensi pelaksanaan GPM di daerah-daerah rawan inflasi, terutama menjelang akhir tahun dan musim penghujan. Serta sosialisasi kepada masyarakat agar memanfaatkan program-program pemerintah, seperti GPM dan pembelian beras SPHP di titik-titik distribusi resmi,” katanya.
Dengan langkah-langkah ini, Rakhamdi berharap harga beras dapat terus menurun secara bertahap dan memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
“Intinya, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Berau bisa memperoleh kebutuhan pokok seperti beras dengan harga yang wajar dan stabil. Upaya ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tutup Rakhmadi.
