BERAU TERKINI –  Berawal lari kecil keliling taman hingga mampu finis di Tokyo Marathon 2025. Tahun 2023 menjadi titik balik bagi Marcel (25), pemuda asal Tangerang Selatan yang kini bekerja di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau.

Ia tak pernah menyangka, hobi lari yang awalnya sekadar pengisi waktu, akan membawanya ke salah satu ajang marathon paling prestisius di dunia.

“Awalnya cuma lari keliling taman, sekadar olahraga setelah lulus kuliah,” kenangnya.

Pandemi Covid-19 pada 2020 membuatnya mulai aktivitas berlari di sekitar rumah. Namun, keputusan merantau ke Berau pada Februari 2023 benar-benar mengubah segalanya. Tanpa keluarga dan teman, ia mencari kesibukan baru.

Seminggu setelah tiba, ia mendengar kabar tentang Siaga Run yang digelar oleh PT Berau Coal. Jaraknya hanya lima kilometer. Marcel pun mendaftar dengan modal nekat.

“Saya nggak punya sepatu lari. Pakai pakaian seadanya. Waktu itu lari belum seheboh sekarang,” ujarnya sambil tersenyum.

Di tengah antusiasme warga Kabupaten Berau yang memadati garis start, ada satu hal yang menarik perhatiannya: sekelompok pelari berseragam sama dengan tulisan “Berau Runners”.

Rasa penasaran membawanya mencari akun Instagram komunitas tersebut. Ia bertanya banyak hal, apakah harus punya sepatu khusus, apakah wajib mengenakan seragam tertentu.

Jawabannya sederhana: siapa pun boleh bergabung.

Dari situlah Marcel mengenal dunia lari lebih dalam. Bersama Berau Runners, ia belajar teknik berlari, memilih sepatu yang tepat, hingga mengenal berbagai event lari di dalam dan luar negeri.

Setahun bergabung, ia memberanikan diri mengikuti marathon internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2024. Pengalaman itu membuka cakrawala baru. Ia pun mencoba mendaftar ke Tokyo Marathon, salah satu ajang marathon terbesar di dunia dengan sistem undian (ballot).

“Belum tentu pelari hebat bisa masuk. Sistemnya undian. Antara kamu beruntung atau punya dana besar untuk jalur donasi,” jelasnya.

Keberuntungan berpihak padanya. Namanya terpilih. Marcel mengaku sempat tak percaya. Dari pelari 5K yang kelelahan di Berau, kini ia telah menaklukkan 42 kilometer di Tokyo.

Dengan dukungan dan program latihan dari kapten Berau Runners, Mas Bobby, ia menjalani persiapan disiplin selama berbulan-bulan. 

Maret 2025, Marcel resmi berdiri di garis start Tokyo Marathon. Ia finis dengan catatan waktu 3 jam 52 menit.

“Dulu 5 kilometer saja capek banget. Sekarang 42 kilometer bisa saya selesaikan. Itu nggak lepas dari dukungan komunitas,” katanya.

Kembali ke Berau, Kini Sebagai Pacer

Tiga tahun setelah pertama kali menjadi peserta 5K di Siaga Run, Marcel kembali ke event yang sama, namun dengan peran berbeda.

Pada Berau Coal Fun Run 2026, ia terpilih menjadi pacer kategori 10 kilometer dengan target waktu 65 menit.

Pacer adalah pelari yang bertugas menjaga tempo agar peserta lain bisa finis sesuai target waktu tertentu. Peran ini tidak mudah dan harus melalui seleksi.

“Ini suatu kehormatan. Tahun 2023 saya peserta yang kelelahan di 5K. Tiga tahun kemudian saya dipercaya jadi pacer 10K,” tuturnya bangga.

Menurutnya, Berau Coal Run 2026 menjadi salah satu race terbaik yang pernah ia ikuti. Dari penataan acara, kehadiran pacer, hingga antusiasme peserta, ia menilai kualitasnya sudah mendekati event nasional, bahkan internasional.

“Antusiasmenya luar biasa. Tinggal bagaimana ke depan bisa menambah kategori agar lebih banyak masyarakat terakomodasi,” ujarnya.

Di balik prestasi itu, Marcel tetap memprioritaskan pekerjaannya di Bapenda Berau. Ia biasa bangun pukul 05.00 untuk berlatih hingga pukul 07.00 sebelum berangkat kerja.

“Hampir setiap hari. Fokus kerja dulu, setelah itu baru lari. Jadi nggak mengganggu pekerjaan,” jelasnya.

Bagi Marcel, semua pencapaian itu berawal dari satu hal sederhana: berani memulai.

“Dulu saya pemula, pakai sepatu bukan sepatu lari. Semua nggak ada yang dimulai dari sesuatu yang bagus. Tapi kalau kita berani mulai dan ada di lingkungan yang tepat, mimpi apapun bisa tercapai,” pungkasnya. (*/Adv)