BERAU TERKINI – Menjelang akhir Agustus 2025, sejumlah wilayah di Kabupaten Berau diprediksi masih dilanda cuaca ekstrem. Rabu malam (27/8/2025), angin kencang disertai hujan deras bahkan sempat mengganggu jadwal penerbangan.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menyebutkan, akibat cuaca buruk itu, penerbangan Super Air Jet rute Surabaya–Berau terpaksa dialihkan ke Balikpapan akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

“Karena cuaca buruk, pesawat tidak bisa mendarat di Bandara Kalimarau,” katanya.

Dia mengatakan, fenomena itu dipengaruhi dinamika atmosfer yang cukup kompleks.

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kalimarau, suhu udara rata-rata tercatat 26,7 derajat celcius, dengan suhu maksimum mencapai 36,7 derajat celcius dan minimum 23,8 derajat celcius. Tingkat kelembapan udara harian berada di angka 85,3 persen.

Selama beberapa hari terakhir, kata dia, cuaca cenderung berawan dengan hujan ringan hingga sedang.

“Tercatat 16 hari hujan (≥1 mm) dengan akumulasi curah hujan 85,4 mm, bahkan beberapa kali disertai petir (thunderstorm/TS),” paparnya.

Hingga akhir Agustus, sejumlah kecamatan di Bumi Batiwakkal masih berpotensi diguyur hujan disertai angin kencang.

Kondisi ini dipicu oleh pembentukan siklon tropis dan bibit siklon di utara Indonesia yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Faktor lain yang turut memperkuat adalah adanya fase aktif Madden-Julian Oscillation (MJO), serta pemanasan suhu muka laut, yang mendorong intensitas penguapan di perairan sekitar Berau.

“Dengan kondisi itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap banjir dan tanah longsor di wilayah rawan,” paparnya.

Selain itu, potensi angin kencang juga perlu diantisipasi karena dapat menimbulkan dampak, seperti tumbangnya pohon hingga kerusakan ringan pada bangunan.

“Kecepatan angin yang sempat kami cek berkisar antara 23-27 Knot,” ujarnya.

Menurut Ade, secara umum, cuaca berawan dan hujan ringan hingga sedang masih mendukung aktivitas masyarakat. 

Namun, sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata perlu memperhatikan dampak lanjutan, terutama jika angin kencang melanda.

“Aktivitas penerbangan maupun pelayaran juga berpotensi terganggu. Karena itu, kami sarankan masyarakat disarankan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG agar kegiatan tetap aman dan lancar,” pungkasnya. (*)