BERAU TERKINI – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Laju pertumbuhan ekonomi Berau pada 2024 tercatat sebesar 7,28 persen dan menurun menjadi 2,48 persen pada 2025.
Capaian tersebut menempatkan Berau sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi terendah kedua di Kalimantan Timur pada 2025.
Kondisi ini menunjukkan adanya perlambatan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan, sehingga diperlukan upaya penguatan sektor-sektor unggulan daerah, peningkatan investasi, serta optimalisasi belanja pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong kembali pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan, kondisi ini tidak lepas dari berbagai faktor eksternal dan internal yang menekan daya beli serta aktivitas ekonomi masyarakat di Bumi Batiwakkal.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang melanda sektor industri di penghujung 2025.
Ratusan pekerja kehilangan mata pencaharian, yang secara otomatis melemahkan daya beli masyarakat.
Selain faktor tenaga kerja, efisiensi anggaran juga turut andil.
Gamalis menjelaskan, adanya pemangkasan atau downgrade pada sejumlah paket pekerjaan pemerintah berdampak pada peredaran uang di tengah masyarakat.
“Efisiensi tentu berpengaruh pada pendapatan. Bagaimanapun APBD kita yang cukup besar itu menjadi bagian dari sumber pendanaan bagi masyarakat,” kata Gamalis, Selasa (31/3/2026).
“Saat banyak pekerjaan di-downgrade, belanja otomatis mengikuti, dan peredaran uang di sektor kontraktor serta penjualan barang dan jasa pun melemah,” imbuhnya.
Kondisi ini diperparah dengan fluktuasi harga komoditas andalan Berau, yakni batu bara dan sawit, yang hingga kini masih sangat memengaruhi postur ekonomi daerah.
Menghadapi tantangan tersebut, Gamalis menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi prioritas utama untuk memacu kembali pertumbuhan ekonomi.
“Paling tidak kita kembali meningkat dengan berpacu pada peningkatan UMKM. UMKM harus kita tingkatkan hari ini, karena bagaimanapun itu langsung bersentuhan dengan masyarakat paling bawah,” tegasnya.
Selain UMKM, Pemkab Berau juga berkomitmen melakukan perbaikan dan penguatan pada sumber daya yang selama ini menjadi potensi besar daerah namun belum tergarap maksimal.
Sektor-sektor non-ekstraktif seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan perkebunan akan didorong untuk menjadi pilar baru ekonomi Berau.
Gamalis meyakini, dengan mengaktifkan kembali sektor-sektor ini, ketergantungan pada fluktuasi harga tambang dapat dikurangi.
Selain itu, membuka sumber pendapatan baru yang lebih stabil bagi warga perkampungan.
“Pertanian, perikanan, pariwisata, termasuk perkebunan, itu yang akan kita dorong. Karena bagaimanapun sektor-sektor seperti pariwisata dan perikanan adalah sumber pendapatan langsung masyarakat,” pungkasnya. (*)

