BERAU TERKINI – Kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau menjadi sorotan utama dalam rapat evaluasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, melayangkan kritik tajam terkait kurang masifnya penyebaran informasi publik mengenai program dan progres pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.
Sri Juniarsih menegaskan, pemerintah telah melaksanakan banyak program pembangunan yang seharusnya diketahui secara luas oleh masyarakat.
Informasi kinerja ini penting sebagai acuan bagi publik agar dapat memiliki pandangan yang objektif terhadap kemajuan yang dicapai.
“Kita membangun, tapi ini luput dari informasi. Padahal, kita menganggarkan dana publikasi yang cukup besar. Ini catatan serius untuk Diskominfo Berau,” kritik Sri Juniarsih saat rapat evaluasi kinerja seluruh OPD di Ruang Pertemuan Sangalaki, Senin (8/12/2025).
Sri Juniarsih menyoroti banyak kebijakan dan progres pembangunan penting yang masih belum dipahami secara jernih oleh warga Berau.
Berdasarkan data yang dipaparkan, Diskominfo Berau mengelola anggaran informasi senilai Rp36,6 miliar, namun realisasi anggarannya baru mencapai 45 persen.
“Anggaran kita besar untuk publikasi, itu harus dimaksimalkan. Tahun depan harus jauh lebih maksimal,” tegasnya.
Sri Juniarsih berharap kerja sama media dan pemanfaatan sarana seperti videotron di empat titik kecamatan terdekat dapat lebih dioptimalkan.
“Sarpras kita sudah punya, maksimalkan yang sudah dibangun,” ujarnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menyatakan, evaluasi yang disampaikan Bupati merupakan pengingat penting bagi internal untuk lebih aktif dan bersemangat dalam menggelar program yang pro-rakyat.
“Ini menjadi cambuk agar kami lebih bersemangat berkolaborasi untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penyebaran informasi,” ujar Didi.
Ia membeberkan, secara keseluruhan, realisasi fisik di Diskominfo telah mencapai 50,81 persen.
Ia juga menjelaskan, Bidang APTIKA menyerap anggaran terbesar, khususnya untuk sewa bandwidth dalam program wifi gratis.
Anggaran tersebut saat ini sedang digunakan untuk proses pelunasan kemitraan dengan Telkomsel.
Didi menambahkan, jika ditotal, realisasi fisik Diskominfo sudah melampaui 70 persen.
Target sebelum akhir tahun, realisasi fisik diharapkan bisa mencapai di atas 92 persen.
“Semoga hingga akhir tahun target bisa tercapai,” harapnya.
Terkait pemanfaatan videotron, Didi menyebut pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada setiap OPD untuk memproduksi konten yang akan ditampilkan pada fasilitas tersebut.
“Namun, yang memanfaatkan masih sedikit. Baru Disbudpar dan Dinas Pangan saja. Perangkat daerah lain belum ada yang mengirimkan konten,” tutupnya. (*)
