BERAU TERKINI – Posisi Indonesia di dalam Board of Peace mendapatkan sorotan, Presiden Prabowo berjanji melakukan evaluasi.

Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan para ulama, kyai dan tokoh agama di Istana Negara, Jakarta Kamis (5/3/2026) malam.

Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan dengan para kyai dan ulama serta tokoh agama (Instagram/@presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan dengan para kyai dan ulama serta tokoh agama (Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Dalam pertemuan itu Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah hal terkini soal kondisi geopolitik di Timur Tengah, termasuk upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Isu kemerdekaan Palestina menjadi sorotan usai Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sejumlah tokoh agama menilai, Board of Peace tak lagi relevan mewujudkan perdamaian usai Amerika Serikat bersama Israel justru menyerang Iran.

Tokoh agama juga meminta agar Presiden Prabowo meinjau kembali keanggotaan Indonesia di Board of Peace.

Dilansir CNN Indonesia, Presiden Prabowo disebut akan keluar dari Board of Peace jika organisasi itu terbukti tak memberikan manfaat bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikan oleh Waketum MUI Cholil Nafis yang ikut dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo.

“Janjinya kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur,” kata Cholil Nafis dikutip dari laporan CNN Indonesia.

“Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, maka dia akan mundur,” ujarnya.

Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan dengan para kyai dan ulama serta tokoh agama (Instagram/@presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo saat melakukan pertemuan dengan para kyai dan ulama serta tokoh agama (Instagram/@presidenrepublikindonesia)

Sementara itu Tokoh PBNU yang juga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meminta publik untuk memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo yang tengah memperjuangkan Palestina di Board of Peace.

Nusron Wahid menilai upaya Presiden Prabowo itu adalah salah satu ikhtiar Bangsa Indonesia dalam memastikan kemerdekaan Palestina.

“Bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian,” kata Nusron Wahid.

“Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” jelasnya.